Komjen Idham Azis saat menjadi kepala Polda Metro Jaya. Medcom.id/Deny Irwanto
Komjen Idham Azis saat menjadi kepala Polda Metro Jaya. Medcom.id/Deny Irwanto

Komjen Idham Dinilai Punya Gaya Kepemimpinan Tito

Nasional calon kapolri
Juven Martua Sitompul • 28 Oktober 2019 21:21
Jakarta: Kabareskrim Komjen Idham Azis dinilai memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin Polri. Idham Aziz bahkan dianggap memiliki gaya memimpin seperti mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian.
 
“Pak Idham Aziz dari Bareskrim dan kebetulan juga pernah di Densus, ini mengikuti jejak dari Pak Tito, saya rasa dengan background yang seperti itu kebijakan-kebijakannya juga tidak akan pernah lepas dengan style yang sama dengan Pak Tito,” kata pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISEES) Bambang Rukminto saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Bambang mengatakan penunjukan Idham sebagai calon tunggal Kapolri tidak terlepas dari peran Tito. Tito yang saat ini menjabat sebagai Mendagri ingin memastikan sosok penggantinya bisa meneruskan kebijakannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Di mana Pak Tito ingin memastikan bahwa kebjikan-kebijakannya akan diteruskan oleh pengganti yang sesuai dengan style beliau,” kata dia.
 
Bambang juga yakin pemilihan calon Kapolri berdasarkan hasil seleksi Dewan jabatan dan kepangkatan tinggi (Wanjakti) Polri. Idham dinilai layak dan berkompeten untuk memimpin Polri ke depan.
 
“Pertanyaannya adalah jika Wanjakti sudah dilakukan, kenapa hanya muncul satu nama? Bahwa kemudian hanya muncul satu nama kemungkinan itu keputusan dari tubuh Polri,” ujarnya.
 
Bambang mengatakan penunjukkan Idham sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. DPR hanya melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap nama calon yang diserahkan presiden.
 
“Terkait dengan UU tahun 2002 pasal 11 itu tidak ada yang menyatakan presiden harus mengusulkan satu nama, DPR hanya setuju atau tidak setuju,” ucapnya.
 
Tito telah diberhentikan dari jabatan dan anggota Polri karena ditunjuk Jokowi sebagai Mendagri. Jokowi kemudian mengirimkan surat penunjukan Idham sebagai calon tunggak Kapolri kepada DPR.
 
Idham merupakan salah satu perwira tinggi (Pati) Polri yang berprestasi. Berbagai jabatan di Korps Bhayangkara pun pernah ditempati hingga ke kursi Kepala Bareskrim Polri.
 
Selain karirnya cemerlang, Idham juga sering dilibatkan dalam tim satuan tugas untuk mengungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik karena punya latar belakang sebagai reserse dan antiteror. Pada bulan Desember 2001, Idham tercatat menjadi anggota Tim Kobra untuk menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto di bawah pimpinan Tito Karnavian. Saat itu Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.
 
Selanjutnya, Idham juga ikut menumpas dua teroris kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Saat itu Idham menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Idham mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada tanggal 9 Januari 2010.
 
Saat jadi Kapolda Metro Jaya, Idham juga tercatat mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten.
 
Selain itu, Idham juga berhasil menjaga situasi keamanan di Jakarta tetap kondusif saat Ibu Kota menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018. Idham juga terlibat dalam Operasi Camar Maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, awal tahun 2015.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif