Jakarta: Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengkritik pengangkatan Andi Rian Djajadi sebagai Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel). Pengangkatan itu dinilai kegagalan manajemen sumber daya manusia (SDM) Polri.
"Penyelesaian kasus Sambo yang menjadi salah satu tanggung jawabnya juga belum bisa dikatakan tuntas 100 persen, tetapi kenapa tiba-tiba dipromosikan lebih dahulu?" kata Bambang dalam keterangan tertulis, Sabtu, 12 November 2022.
Bambang menyoroti rekam jejak Andi Rian. Dia terseret dalam dugaan pemerasan terhadap korban bernama Tony Sutrisno.
"Andi Rian juga menjadi sorotan karena gaya hidupnya yang hedon dan sempat menjadi perhatian Presiden," ujar dia.
Menurut Bambang, dua rekam jejak itu menimbulkan stigma kurang baik terhadap Andi. Gaya hidup hedon membutuhkan biaya besar dan bertepatan dengan terseret isu pemerasan.
"Tony Sutrisno harusnya segera melaporkan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan personel kepolisian pada Propam," papar dia.
Bambang menyebut pihak kepolisian seharusnya bisa langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Langkah itu mestinya tidak perlu menunggu laporan dari masyarakat.
"Tetapi melihat kultur yang ada di kepolisian saat ini yang masih kolutif, berat rasanya itu akan diproses tanpa ada laporan dari masyarakat," tutur dia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi jabatan sejumlah perwira polisi. Salah satunya, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi yang ditunjuk menjadi Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Mutasi jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: KEP/1399/X/2022 tanggal 14 Oktober 2022. Humas Mabes Polri membenarkan mutasi jabatan tersebut.
Jakarta: Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengkritik pengangkatan Andi Rian Djajadi sebagai Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel). Pengangkatan itu dinilai kegagalan manajemen sumber daya manusia (SDM)
Polri.
"Penyelesaian kasus Sambo yang menjadi salah satu
tanggung jawabnya juga belum bisa dikatakan tuntas 100 persen, tetapi kenapa tiba-tiba dipromosikan lebih dahulu?" kata Bambang dalam keterangan tertulis, Sabtu, 12 November 2022.
Bambang menyoroti rekam jejak Andi Rian. Dia terseret dalam dugaan pemerasan terhadap korban bernama Tony Sutrisno.
"Andi Rian juga menjadi sorotan karena gaya hidupnya yang hedon dan sempat menjadi perhatian Presiden," ujar dia.
Menurut Bambang, dua rekam jejak itu menimbulkan stigma kurang baik terhadap Andi. Gaya hidup hedon membutuhkan biaya besar dan bertepatan dengan terseret isu pemerasan.
"Tony Sutrisno harusnya segera melaporkan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan personel
kepolisian pada Propam," papar dia.
Bambang menyebut pihak kepolisian seharusnya bisa langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Langkah itu mestinya tidak perlu menunggu laporan dari masyarakat.
"Tetapi melihat kultur yang ada di kepolisian saat ini yang masih kolutif, berat rasanya itu akan diproses tanpa ada laporan dari masyarakat," tutur dia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi jabatan sejumlah perwira polisi. Salah satunya, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi yang ditunjuk menjadi Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Mutasi jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: KEP/1399/X/2022 tanggal 14 Oktober 2022. Humas Mabes Polri membenarkan mutasi jabatan tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ADN)