Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Unggahan Korban di Medsos Ungkap Kasus Pedofilia di Bekasi

Nasional kekerasan seksual anak pedofilia
Cindy • 13 Mei 2020 15:27
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap JP alias AS, 48, terkait kasus pedofilia dan penculikan anak. JP dicokok berkat unggahan korban di media sosial.
 
"Kami telah menangkap pelaku penculikan anak saat menyamar menjadi sopir tembak di daerah Sentra Grosir Cikarang, Bekasi,” kata Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Kasus bermula dari laporan dari pihak keluarga korban, JNF, 13, ke Polsek Cipayung pada 15 April 2020. Jajaran Polsek Cipayung yang dibantu penyidik Siber Bareskrim menindaklanjuti laporan itu dengan mencari pelaku melalui jejaring media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah dilakukan penyelidikan dan penangkapan di rumah kontrakan JP, penyidik menemukan korban lainnya, RTH, 12. Ramadhan mengatakan JNF diculik di Cipayung pada 11 April 2020. Sedangkan, JP menculik RTH di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada empat tahun yang lalu.
 
"Tersangka JP memanfaatkan korban RTH untuk mencari korban-korban yang baru. Modus operandinya berpura-pura mengajak korban lain untuk mencari anaknya dan berkeliling kota menggunakan angkot," ujar Ramadhan.
 
Selama pengejaran, JP dan kedua korban berpindah-pindah rumah kontrakan. Bahkan menumpang istirahat dan mandi di masjid dan SPBU.
 
"Tersangka menggunakan anak untuk dieksploitasi secara ekonomi diajak mengemis dan mengamen serta dieksploitasi secara seksual," ungkapnya.
 
JP, terang dia, juga pernah menculik dan mencabuli anak tetangga kontrakannya di Bekasi Selatan. Kasus tersebut telah diadukan ke Polres Bekasi pada 25 Maret 2020.
 
Kedua korban tengah menjalani visum, rapid test, dan pendampingan psikolog anak. Polisi juga tengah mencari keberadaan orang tua dari RTH.
 
Barang bukti yang disita dari JP antara lain dua unit kendaraan roda dua beserta atribut ojek online. Polisi menduga barang bukti merupakan hasil curian.
 
"Pemeriksaan juga akan dikembangkan terhadap pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan identitas dan pencurian kendaraan bermotor," kata Ramadhan.
 
Tersangka dijerat dengan Pasal 332 KUHP, Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 36 KUHP tentang Pencurian Kendaraan Bermotor. Dia terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif