Sidang suap ekspor benih lobster di PN Tipikor Jakpus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Sidang suap ekspor benih lobster di PN Tipikor Jakpus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Edhy Prabowo Minta Perusahaan Ekspor Tak Kompeten Diloloskan

Nasional kpk Kasus Suap kasus korupsi Edhy Prabowo
Candra Yuri Nuralam • 03 Maret 2021 15:47
Jakarta: Mantan Dirjen Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Muchtar, mengatakan banyak perusahaan pengekspor benih lobster yang tidak memenuhi syarat pengiriman. Bahkan terdapat perusahaan yang menabrak izin ekspor padahal tidak cakap.
 
"(Yang tidak ada) surat telah melakukan budidaya, surat penetapan waktu pengeluaran, jadi langsung lompat ke ekspor, yang dua perusahan tanpa sepengetahuan saya," kata Zulficar dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu, 3 Maret 2021.
 
Menurut dia, dua perusahaan itu tidak mendapatkan tanda tangannya karena persyaratan belum lengkap. Namun, tanpa sepengetahuannya dua perusahaan itu bisa lolos.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zulficar juga menyebut ada surat permintaan persetujuan dari lima perusahaan yang sudah siap mengekspor benih lobster datang ke mejanya pada Juli 2020. Padahal, kata dia, aturan ekspor yang baru itu dirampungkan dua bulan sebelumnya.
 
"Diperiksa administrasinya, tapi saya enggak yakin karena baru satu sampai dua bulan berjalan, minta izin (ekspor) tapi dibilang udah sukses restocking, budi daya, tapi saya enggak yakin," ujar Zulficar.
 
Lima perusahaan tersebut sudah lolos administrasi dan persyaratan yang berlaku saat itu. Meski sudah sesuai prosedur, Zulficar masih merasa janggal.
 
"Budi daya enggak seperti ini, tapi dari dirjen dan direkturnya ada segmentasi dalam budi daya, tapi menurut saya enggak valid," tutur Zulficar.
 
Baca: Firli: Juliari dan Edhy Berpotensi Dipenjara Seumur Hidup
 
Usai menyadari keganjilan itu, Zulficar ogah memberikan tanda tangan persetujuan. Tindakan Zulficar itu kemudian dilaporkan ke mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melalui staf khususnya, Andreau Misanta Pribadi.
 
"Lalu Pak Menteri (Edhy Prabowo) telepon saya, 'Pak Fickar diloloskan saja perusahaan tersebut, khawatir barangnya sudah di bandara, kalau gagal surat tidak keluar bisa-bisa barangnya rugi, kita bermasalah,' itu kata Pak Menteri," ujar Zulficar.
 
Zulficar tak bisa menolak perintah Edhy. Sebab, Edhy merupakan atasannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
 
"Akhirnya saya tanda tangani lima dokumen tersebut, dan minggu depannya saya ajukan pengunduran diri," kata Zulficar.
 
Dia merasa tidak mau menanggung dosa dari tindakan itu. Zulficar akhirnya membuat surat pengunduran diri pada 13 Juli 2020. Sehari setelahnya dia langsung mengajukan keluar dari kantor.
 
"Masuk kantor terakhir 17 juli 2020," ucap dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif