Ilustrasi KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Hindari Tudingan Politisasi, Pengusutan Kasus Formula E Disarankan Dipercepat

Candra Yuri Nuralam • 03 Oktober 2022 12:01
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disarankan menaikkan kasus dugaan rasuah dalam penyelenggaraan Formula E ke tahap penyidikan. Langkah itu diyakini bisa menghindari tudingan berpolitik dalam pengusutan kasus tersebut.
 
"Penyelidikan KPK terkait dugaan korupsi dalam kasus Formula E, sudah selaiknya ditingkatkan menjadi penyidikan," kata Peneliti dari Lembaga Studi Antikorupsi (LSAK) Ahmad A Hariri melalui keterangan tertulis, Senin, 3 Oktober 2022.
 
Ahmad meminta KPK segera menyusun semua bukti terkait kasus itu. Setelahnya, Lembaga Antikorupsi dapat menetapkan tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga Antikorupsi diyakini bakal menerima tudingan berpolitik lebih banyak lagi jika kasus itu tidak segera dinaikkan ke tahap penyidikan. Isu politisasi juga bakal muncul dari beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
"Pun merespon ramainya opini yang menyebut kasus Formula E sebagai politisasi, harus dilihat secara jernih. Bukan tidak mungkin hal tersebut merupakan aksi corruptor fightback. Sebab cara berpikir kita mesti runtut, jangan malah terbolak-balik," ucap Ahmad.
 

Baca: Pimpinan KPK Woles, Penetapan Tersangka Kasus Formula E Tak Ngotot


Di sisi lain, KPK membantah berpolitik dalam penanganan kasus itu. Lembaga Antikorupsi menegaskan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E diusut karena adanya laporan dari masyarakat.
 
"Dari pengaduan tersebut KPK melakukan telaah dan analisis awal, untuk mengetahui apakah substansi aduan dimaksud merupakan tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK sebagaimana diatur undang-undang atau tidak," ujar juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri.
 
Ali juga mengatakan pihaknya tidak bisa mempercepat atau memperlambat penanganan kasus. Kini, penyelidik KPK masih mencari bukti tambahan untuk mendalami kronologi pidana dalam kasus ini.
 
"KPK pun masih terus mengumpulkan informasi yang diperlukan," ucap Ali.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif