Ilustrasi sidang suap jual beli jabatan di Kemenag - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Ilustrasi sidang suap jual beli jabatan di Kemenag - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Menag Terjepit Pengakuan Nur Kholis

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 26 Juni 2019 13:20
Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Mohamad Nur Kholis Setiawan sempat berkeluh kesah kepada Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag Khasan Effendi. Nur Kholis mengaku mendapat perintah dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin agar meloloskan koleganya, Haris Hasanudin, pada seleksi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.
 
"Nur Kholis bilang 'keinginan pimpinan (Menag) untuk nama ini masuk, nama ini tidak'. Bahasanya seperti itu," kata Khasan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juni 2019.
 
Khasan menjelaskan saat seleksi ia menangani sesi wawancara. Haris memeroleh nilai 65 pada sesi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nilai itu jauh dari standar yang ditetapkan panitia yakni, 75. "Nilai saya yang pakai pulpen biru itu 65 di bawah standar. Saya ingat betul di poin tiga itu 65 di bawah standar 75 dari komitmen kita bersama," ucap Khasan.
 
(Baca juga:Muafaq Sempat Ditolak Pansel Kemenag)
 
Khasan mengaku turut menilai makalah yang dibuat oleh peserta. Namun, di sela penilaian, ia sempat menanyakan mengenai status peserta Haris.
 
Sekretaris panitia seleksi Abdurrahman Mas'ud menyampaikan Haris tengah menerima sanksi atas pekerjaannya. Sanksi itu berupa sanksi disiplin pegawai negeri sipil berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun.
 
"Komitmen saya setelah mendapat informasi itu secara lisan dari sekretaris, saya tidak mau lanjutkan (penilaian)," ujar Khasan.
 
Sebelumnya, Haris didakwa menyuap Lukman dan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) sebesar Rp325 juta. Romy dan Lukman baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Romy mendapat Rp255 juta, sedangkan Lukman senilai Rp70 juta.
 
Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif