Idrus Marham. Medcom.id/ Sunnaholomi Halakrispen,
Idrus Marham. Medcom.id/ Sunnaholomi Halakrispen,

Kuasa Hukum Sofyan Basir Minta Idrus Marham Jadi Saksi

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Ilham Pratama Putra • 20 Agustus 2019 03:29
Jakarta: Kuasa hukum tersangka kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Sofyan Basir, Soesilo Aribowo meminta majelis hakim untuk mengizinkan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham hadir dalam persidangan berikutnya. Idrus dihadirkan sebagai saksi untuk Sofyan.
 
"Mengajukan permintaan Idrus Marham jadi saksi fakta," kata Soesilo dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ronald Waratikan menyebut agar pihak kuasa hukum segera mengajukan permintaan. Rencananya Idrus Marham akan dihadirkan dua pekan mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diberkas memang sudah ada nama Idrus. Statusnya sedang upaya hukum. Kalau mau mengajukan, ke penuntut umum, nanti akan kami ajukan ke Mahkamah Agung," ujar Ronald.
 
Idrus yang juga merupakan mantan Menteri Sosial itu terseret dalam kasus ini. Idrus telah menjadi terdakwa suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.
 
Idrus divonis bersalah karena dinilai terbukti bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo, sebesar Rp2,25 miliar terkait proyek PLTU Riau-1. Idrus dijatuhi hukuman tiga tahun penjara denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.
 
Sementara itu Sofyan Basir diduga memberikan fasilitas demi melancarkan suap PLTU Riau-1. Ia berperan sebagai jembatan yang mempertemukan sejumlah pejabat untuk memuluskan proyek itu.
 
Dia disebut mempertemukan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo di tempat yang berbeda sejak 2016.
 
Sofyan merayu ketiganya untuk mempercepat proses kesepakatan proyek independent power producer (IPP) PLTU Riau-1 antara PT Pembangkit Jawa Bali Investasi dan BlackGold Natural Resources (BNR, Ltd) serta China Huadian Enginering Company Limited (CHEC, Ltd), perusahaan yang dibawa Kotjo.
 
Sofyan disebut secara sadar mengetahui Eni dan Idrus akan mendapatkan uang suap dari Kotjo. Eni dan Idrus menerima suap sebesar Rp4,7 miliar yang diberikan secara bertahap. Uang tersebut diberikan untuk mempercepat kesepatan proyek IPP PLTU Riau-1.
 
Atas bantuan Sofyan perusahaan Kotjo dapat jatah proyek PLTU Riau-1. Kotjo mendapatkan keuntungan Rp4,75 miliar atas permainan kotor tersebut.
 
Sofyan Basir didakwa melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif