Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Penyuap Bupati Bengkayang Segera Diadili

Nasional OTT Bupati Bengkayang
Fachri Audhia Hafiez • 22 November 2019 22:14
Jakarta: Nelly Margaretha, tersangka kasus dugaan suap proyek pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, segera diadili. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyuap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot itu.
 
"Penyidikan untuk tersangka Nelly Margaretha telah selesai. Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tahap dua untuk tersangka NM (Nelly Margaretha)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat, 22 November 2019.
 
Perkara Nelly bakal disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK sejauh ini telah memeriksa 51 saksi dari berbagai unsur terkait kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah saksi yang diperiksa yaitu Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang periode 2019-2024, Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, dan Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kabupaten Bengkayang. Kemudian Kepala Seksi Perencanaan Bidang Bina Marga Dinas PUPR, camat Monterado, swasta, wiraswasta dan ibu rumah tangga.
 
KPK juga telah menetapkan tersangka terhadap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius dan satu pihak swasta bernama Pandus selaku pemberi suap. Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa Suryadman meminta uang kepada Aleksius.
 
Permintaan uang tersebut dilakukan Suryadman atas pemberian anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar.
 
Suryadman diduga meminta uang kepada Aleksius dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan masing-masing sebesar Rp300 juta. Uang tersebut diduga diperlukan Suryadman untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya.
 
Menindaklanjuti hal tersebut, Aleksius menghubungi beberapa rekanan untuk menawarkan proyek pekerjaan penunjukan langsung dengan syarat memenuhi setoran di awal. Hal itu dilakukan dikarenakan uang setoran tersebut diperlukan segera untuk memenuhi permintaan dari Bupati.
 
Untuk satu paket pekerjaan penunjukan langsung dimintakan setoran sebesar Rp20-25 juta atau minimal sekitar 10 persen dari nilai maksimal pekerjaan penunjukan langsung yaitu Rp200 juta. Kemudian, Aleksius menerima setoran tunai dari beberapa rekanan proyek yang menyepakati fee sebagaimana disebut sebelumnya, terkait paket pekerjaan penunjukan langsung melalui staf honorer pada Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Fitri Julihardi.
 
Rinciannya, pertama Rp120 juta dari Bun Si Fat, Rp160 juta dari Pandus, Yosef, dan Rodi serta Rp60 juta dari Nelly Margaretha. Dalam kegiatan tangkap tangan kasus tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa handphone, buku tabungan, dan uang sebesar Rp336 juta dalam bentuk pecahan Rp100 ribu.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif