Fredrich Bantah Buat Skenario Novanto Gila
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (tengah), mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Elang Senja.
Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), Fredrich Yunadi, membantah membuat mantan Ketua DPR Setya Novanto gila. Ia menuding rekaman yang diputar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) palsu. 

"Itu rekaman tanggal berapa? 18 Desember 2017 kan? Apa urusannya dengan saya? Saya tanggal 8 Desember sudah bukan kuasa hukum Pak Novanto," kata Fredrich di Pengadilan Tindak Pidina Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 30 April 2018. 

Fredrich mengatakan penyadapan yang dilakukan KPK terhadap dirinya adalah pelanggaran hukum. Dia menuding KPK telah menghina profesi advokat. 


"Harus ingat penyadapan terhadap advokat itu melanggar UU bahwa dia sudah menghina advokat di Indonesia dan saya tidak kenal yang namanya Viktor (yang disebut di dalam rekaman)," tukas Fredrich. 

Viktor yang dikenal Fredrich adalah Brigen Viktor. Dia adalah purnawirawan Polri, yang menurut Fredrich, telah menangkap mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto. "Viktor yang lain saya tidak kenal, apalagi pakai guna-guna," jelas dia. 

Dia juga membantah terdakwa kasus korupsi KTP-el sekaligus mantan kliennya, Setya Novanto, mengonfirmasi suara dalam rekaman itu adalah dirinya. Ia menuding KPK melakukan pencemaran nama baik. 

"Enggak ada, dia (Novanto) enggak tahu itu suaranya siapa," ungkap dia.

Isu skenario Novanto gila terungkap dalam sidang sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo. Jaksa pada KPK memutar bukti rekaman percakapan mengenai masalah ini di dalam sidang. 
 
Dalam rekaman percakapan tersebut, terdengar suara pria yang diduga Fredrich Yunadi dengan pria bernama Viktor pada 18 Desember 2017. Viktor menawarkan agar Novanto dibuat gila dengan mengirimkan hantu gunung.
 
Usai rekaman tersebut diputar di persidangan, jaksa mengonfirmasi hal tersebut kepada Novanto. Jaksa mempertanyakan apakah identifikasi suara dalam rekaman pembicaraan tersebut Fredrich Yunadi.
 
"Kalau itu saya tidak begitu tahu. Kalau telepon kan kumisnya tidak kedengeran," ucap Setnov sembari tertawa, Jumat, 27 April 2018

Jaksa juga mengonfirmasi apakah mantan Ketua DPR itu mengetahui sosok dokter yang dimaksud mampu membuat seorang menjadi gila. Namun, Novanto mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
 
"Saya tidak tahu. Saya tidak pernah bicarakan itu," jelas Novanto.
 
Baca: Fredrich Siapkan Skenario Novanto Gila di Persidangan

Berikut transkrip lengkap percakapan yang diduga dilakukan oleh Fredrich dengan pria bernama Viktor:
 
Viktor: Pak Fredrich?
 
Fredrich: Siapa?
 
Viktor: Pak Setnov. Ya itu kan bermain-main berpura-pura itu. Kalau mau, ada teman saya jago kalau sidang dibikin gila. Dokter periksa dia gila nanti itu dia gila. Dia di Bangka, kemarin saya bilang, "Kamu yakin?" (Dijawab), "Yakin saya kirim hantu gunung nanti pas diperiksa gila nah iya dipakai itu buktinya." Saya kasihan juga terlepas dia salah tapi kan jangan perlakukan orang jangan kaya ini.
 
Fredrich: Iya seperti binatang itukan.
 
Viktor: Saya kemanusiaan saja saya kemanusiaan. Istri saya marah-marah, kita manusiawi. Saya lagi cari bagaimana ke dia kalau dia mau kita buktiin.
 
Fredrich: (tertawa). Nanti kita bicarakan.
 
Viktor: Itu kemarin saya kontak si Tina istrinya Firman (Firman Wijaya, pengacara Novanto).
 
Fredrich: Ah Tina mah tidak tahu apa-apa.
 
Viktor:  Iya Firman Wijaya.
 
Fredrich: Dia tidak dekat.
 
Viktor:  Iya kalau Pak Fredrich kan sudah dekat tuh.
 
Fredrich: Firman kan pura-pura jadi anak buahnya Maqdir (Maqdir Ismail, pengacara Novanto).
 
Viktor: Tapi, kenapa mundur?
 
Fredrich: Saya tak suka ke Maqdir.
 
Viktor: Oh.
 
Viktor: Ini kalau masuk, disidang kita kerjain dia. Jadi, tetap sembuh ya bisa sembuh. Setiap sidang kita bikin dia gila nanti diperiksa dokter dia jadi gila.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id