Aman Abdurrahman Sujud Syukur Divonis Mati
Terdakwa Aman Abdurrahman sujud syukur usai divonis mati - MI/Adam Dwi.
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis mati Aman Abdurrahman. Beberapa saat usai divonis, Aman yang mendapat pengawalan ketat langsung sujud syukur di lantai.

Aman yang mengenakan baju biru lengan panjang, celana hitam panjang, dan sorban langsung sujud syukur beberapa detik di samping tempat duduknya usai mendengar vonis hakim.  

Usai sidang, penasihat hukum Aman, Asrudin Hatjani mengatakan, sujud syukur tersebut merupakan bentuk ekspresi Aman dalam menanggapi vonis.


"Komunikasi sebelum vonis, Aman bilang 'kalau saya divonis mati, saya akan sujud syukur' dan itu dilakukan. Alasannya tidak dinyatakan, tapi hanya itu yang disampaikan, sujud dan bersyukur. Jadi saya tidak bisa jelaskan, karena itu pikiran beliau," kata Asrudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jumat, 22 Juni 2018.

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Aman terbukti terlibat sebagai otak bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 2016 lalu.

"Menyatakan Aman Abdurrahman atau Abu Sulaiman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Pidana terhadap terdakwa dengan hukuman mati dengan barang bukti dari nomor 1 sampai 11," kata hakim ketua, Akhmad Jaini di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Putusan hakim pada sidang hari ini tidak berbeda dengan tuntutan yang diajukan Jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang Jumat, 18 Mei 2018.

Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. 
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id