Suasana sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Suasana sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Polri Didesak Segera Cabut Bantuan Hukum untuk Penyerang Novel

Nasional novel baswedan
Fachri Audhia Hafiez • 19 Mei 2020 05:44
Jakarta: Tim advokasi dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendesak Polri menghentikan bantuan hukum kepada pelaku penyiraman air keras. Bantuan hukum dinilai janggal lantaran membela pelaku kejahatan yang juga berasal dari unsur Polri.
 
"Harusnya pendampingan hukum itu segera dicabut. Jika tidak ingin dikatakan bahwa kejahatan yang diduga dilakukan kedua terdakwa atau pelaku bagian dari operasi kepolisian," kata Koordinator KontraS sekaligus anggota tim advokasi Novel, Yati Andriyani, dalam diskusi virtual, Senin, 18 Mei 2020.
 
Yati mempertanyakan kapasitas Polri dalam memberikan bantuan hukum kepada Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang melakukan tindak pidana. Kedua pelaku juga jelas mengakui perbuatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa ini di bawah kepolisian sehingga kepolisian begitu afirmatifnya dengan memberikan pembelaan. Kalau itu bantuan, kenapa Polri tidak bela semua anggota polri yang melakukan tindak pidana?" tutur Yati.
 
Dia menambahkan Polri hanya wajib menyediakan bantuan hukum bagi anggotanya yang disangka atau didakwa melakukan tindak pidana terkait kepentingan tugas. Sebagaimana termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Teknis Institusional Peradilan Umum Bagi Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
 
"Jelas orang ini melakukan tindak pidana kejahatan. Mengapa Polri memberikan bantuan? Okelah misal ada memang aturan yang menyebut tentang pemberian bantuan hukum kepada anggota Polri, tetapi kan dia harus dalam konteks sedang melakukan kepentingan tugas," ucap Yati.
 
Baca: Kuasa Hukum Novel Heran Polri Bantu Pelaku Penyiram Air Keras
 
Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, menyebut pendampingan hukum untuk kedua penyerang Novel sudah sesuai prosedur. "Divisi hukum Polri salah satu tugasnya memberikan pendampingan kepada anggota yang bermasalah dengan hukum. Kalau keberatan di persidangan ya, disampaikan dalam sidang," ujar Argo.
 
Ronny dan Rahmat didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Novel secara bersama-sama dan direncanakan. Keduanya menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke badan dan muka Novel.
 
Perbuatan Ronny dan Rahmat membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.
 
Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif