Polisi menangkap sindikat peretas situs. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari
Polisi menangkap sindikat peretas situs. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari

Lulusan SMP 4.600 Kali Meretas Situs

Nasional hacker
Lukman Diah Sari • 30 Maret 2017 16:44
medcom.id, Jakarta: Polisi menangkap sindikat peretas situs, yakni AI, 19; MKU, 19; dan NTM, 27. Polisi masih memburu seorang berinisial SH, tamatan sekolah menengah pertama yang 4.600 kali membobol situs.
 
"Ini (SH) disebut hacker. Mereka bertiga hanya meneruskan pembobolan untuk mendapatkan untung," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 30 Maret 2017.
 
Salah satu korban SH adalah situs tiket.com, situs travel agent. Pelaku masuk ke sistem penjualan tiket maskapai Citylink di tiket.com. Pembobolan itu berlangsung sejak 11-27 Oktober 2016. Para pelaku menjual lebih dari 1.500 tiket penerbangan menggunakan Citylink.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat berhasil membobol, para pelaku menguasai kode booking, lalu dijual dengan harga murah melalui jejaring sosial dengan alasan promo. Uang hasil penjualan tiket sebagian diserahkan ke SH.
 
"Tiga tersangka ini ditangkap di Balikpapan, mereka melakukan aksinya di Balikpapan," ujar Rikwanto.
 
MKU menawarkan tiket murah hasil pencurian. Ia memiliki user name dan password untuk masuk ke sistem penjualan tiket Citylink melalui tiket.com.
 
Tersangka AI dan NTM memasukkan data pemesanan tiket Citylink melalui tiket.com dari username dan pasaword yang didapat oleh MKU dan SH. Kemudian, mengelola kode booking untuk dikirimkan ke pembeli.
 
MKU, AI, dan NTM mengaku berkomunikasi dengan SH yang tinggal di Jakarta melalui jejaring sosial.
Berdasarkan keterangan ketiga tersangka, mereka berkenalan dengan SH berawal dari game online, kemudian berlanjut dan bersepakat meretas situs.
 
Untuk memuluskan aksinya, para tersangka menyiapkan satu rekening sebagai tempat mengumpulkan uang hasil penjualan tiket yang mencapai Rp4 miliar.
 
Manajemen tiket.com mencium aksi ini, segera membatalkan kode booking dan mengembalikan uang kepada pembeli tiket. Ulah keempatnya merugikan tiket.com sekira Rp1,9 miliar.
 
Dari para tersangka, polisi menyita satu buku tabungan berisi Rp121 juta, tujuh telepon genggam, tiga ATM, dua SIM card, dua KTP, dua Laptop, satu router wifi, satu kartu tanda mahasiswa, dan satu sepeda motor.
 
MKU, AI, dan NTM dijerat Pasal 46 ayat (1), (2), dan (3), jo Pasal 30 ayat (1), (2), (3) atau Pasal 51 ayat (1) dan (2), jo Pasal 35 dan atau Pasal 36 UU Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 5, Pasal 10 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 
Terakhir, SH membobol sistem perusahaan ojek online. Ia juga tercatat meretas situs Polri, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Polisi kini memburu SH.
 
"Mereka ini otodidak. SH sudah sering melakukan hacking dengan teknik mengganti tampilan situs dengan gambar tertentu. Lebih dari 4.600 kali," kata Kepala Unit III Subdit Informasi Teknologi dan Cybercrime Badan Reserse dan Kriminal Polri AKBP Idam Wasiadi.
 
(TRK)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif