Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (tengah). (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (tengah). (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Apresiasi Penangkapan Jaksa AF, KPK Siap Bantu Kejagung

Renatha Swasty • 25 November 2016 04:21
medcom.id, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi kerja tim saber pungli Kejaksaan Agung yang menangkap Jaksa AF saat menerima duit Rp1,5 miliar. KPK siap memberi bantuan bila Kejaksaan Agung membutuhkan informasi.
 
"Kita mengucapkan selamat kepada Kejaksaan Agung yang telah menangkap itu, dan mudah-mudahan diproses sesuai UU Tipikor. Seandainya Kejaksaan ingin meminta bantuan dan info (dari) KPK tentang beliau, akan dikerjasamakan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada wartawan, Jakarta, Kamis (24/11/2016).
 
Laode berharap, Jaksa AF diproses dengan terbuka dan transparan. Sebab, siapa pun yang terlibat termasuk Jaksa, harus ditindak sesuai UU yang berlaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Jaksa AF Segera Jadi Tersangka)
 
Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku pihaknya tengah memantau Jaksa AF. Penyidik sedang melakukan monitor.
 
Dia mengapresiasi, langkah cepat Kejaksaan yang bisa menangkap Jaksa AF. "Kita baru memonitor, tapi terus kemudian mereka (Kejaksaan Agung) juga kelihatannya sudah punya informasi. Ya enggak apa-apa kan bertindak duluan," tutur dia
 
Agus menyebut, KPK akan mendukung Kejaksaan Agung dalam proses penyidikan dan bersedia membantu bila dibutuhkan. "Kan kita selalu bekerjasama," pungkas Agus.
 
Jaksa Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, AF, dicokok tim saber pungli Kejaksaan Agung, Kamis (24/11/2016) pagi.
 
Kasubdit Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Yulianto menjelaskan, AF menerima duit sebesar Rp1,5 miliar dari perkara yang ditanganinya yakni kasus dugaan korupsi penjualan tanah, dari seorang berinisial AM. Duit sengaja diberikan, agar kasus tak naik jadi penyidikan.
 
Dalam penangkapaan itu, Yulianto mengungkap, duit sebanyak Rp1,5 miliar disita. Duit terdiri dari pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
 
Sementara itu, dugaan adanya oknum jaksa lain yang terlibat belum ditemukan. Diduga AF memakan uang suap itu sendiri.
 
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif