Ilustrasi penahanan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi penahanan. Medcom.id/M Rizal

Kejagung Tahan Eks Pejabat Bea Cukai Batam

Nasional kasus korupsi bea cukai batam
Rifaldi Putra irianto • 22 Juli 2020 10:05
Jakarta: Kejaksaan Agung menahan Kepala Bidang Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPU Bea Cukai Batam 2017-2019, Mukhammad Muklas. Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi importasi tekstil pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan di wilayah Batam pada periode 2018-2020.
 
"Setelah selesai pemeriksaan yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan rumah tahanan negara atau rutan," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangan resmi, Rabu, 22 Juli 2020.
 
Muklas akan ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak 20 Juli 2020. Selain Muklas, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dari Bea dan Cukai Batam. Mereka ialah Kepala Seksi Pabean dan Cukai Bea Cukai Batam Dedi Aldrian, Kepala Seksi Pabean dan Cukai Bea pada Bea Cukai Batam Hariyono Adi Wibowo, serta Kepala Seksi Pabean dan Cukai Bea dan Cukai Batam Kamaruddin Siregar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga pejabat Bea Cukai Batam itu sudah ditahan sejak 24 Juni. Muklas tak ditahan bersamaan dengan tersangka lainnya karena reaktif covid-19.
 
Satu tersangka lainnya, Irianto, selaku pemilik PT Fleming Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP), ditahan penyidik Bea dan Cukai di Jakarta terkait perkara kepabeanan.
 
Kejaksaan Agung menjerat tersangka dengan Pasal 2 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP .
 
Kasus importasi ilegal terbongkar dari penemuan 27 kontainer milik PT Flemings Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP) di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin, 2 Maret 2020. Saat diperiksa, Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok menemukan jumlah dan jenis barang dalam kontainer tidak sesuai dengan dokumen. Setelah dihitung, terdapat kelebihan fisik barang masing-masing untuk PT PGP sebanyak 5.075 rol dan PT FIB sebanyak 3.075 rol.
 
Selain itu, di dalam dokumen pengiriman disebutkan kain tersebut berasal dari Shanti Park, Myra Road, India, dan kapal pengangkut berangkat dari Pelabuhan Nhava Sheva di Timur Mumbai, India. Faktanya, kapal pengangkut tersebut tak pernah singgah di India dan kain-kain tersebut berasal dari Tiongkok.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif