Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Siti Yona
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Siti Yona

Mahasiswa di Malang Ditangkap Densus 88, Ini Identitasnya

Siti Yona Hukmana • 24 Mei 2022 16:04
Jakarta: Mahasiswa di Kota Malang, Jawa Timur, yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, berinisial IA. Dia berjenis kelamin pria.
 
"Penangkapan satu orang tersangka atas nama inisial IA umur 22 tahun, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Mei 2022.
 
IA diringkus terkait kasus terorisme sekitar pukul 12.00 WIB, Senin, 23 Mei 2022. Ramadhan mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyidik Densus 88 Polri mengantongi minimal dua alat bukti. Namun, Ramadhan tidak membeberkan bukti-bukti yang disita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alat bukti yang dimiliki Densus tentu sudah cukup, karena menentukan sebagai tersangka kita harus mendasari minimal dua alat bukti," ungkap Jenderal bintang satu itu.
 
Baca: Diduga Jadi Simpatisan Teroris, Mahasiswa Malang Ditangkap Densus
 
Sebelumnya, Densus 88 Polri menangkap 25 tersangka terorisme pada 14 dan 18 Mei 2022. Sebanyak 24 tersangka ditangkap di tiga wilayah berbeda. Yakni, 22 orang di Sulawesi Tengah, satu orang di Bekasi, dan satu orang di Kalimantan Timur (Kaltim). 
 
Ke-24 tersangka itu, yakni MIR, BSD, ETO, MB, IS, FM, TT, SH, H, AWS, DRM, TI, AME, MR, EA, DM, S, RK, LY, RK, ISR, MAM, K, dan FS. Setelah ditangkap, Densus 88 Polri melakukan penggeledahan. 
 
Dari penggeledahan ditemukan barang bukti delapan pucuk senapan PCP beserta peredam dan penyangga. Kemudian, Densus 88 Polri juga menemukan satu pucuk senapan PCP berwarna merah hitam.
 
Lalu, satu senjata api jenis revolver, dua magazine M16, 244 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Ada pula 10 butir baliher 38 spesial, dua bungkus isi peluru mimis, satu buah panah, enam anak panah, 22 bilah parang, empat badik, satu pisau lipat, dan 26 unit Handphone.
 
Sementara itu, satu tersangka lainnya, MRW, menyerahkan diri ke pihak kepolisian pukul 09.30 WIB, Rabu, 18 Mei 2022. MRW yang merupakan warga Desa Bega, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, itu menyerahkan diri di Desa Bahoea Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
 
MRW telah melakukan idad atau pelatihan perang sebanyak dua kali. Kemudian, baiat kepada amir Negara Islam, Irak, dan Suriah (ISIS). Ke-25 tersangka terorisme itu terafiliasi dengan jaringan ISIS. 
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif