Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Garuda

Tri Subarkah • 25 Juni 2022 19:06
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru kasus korupsi pengadaan pesawat oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2011-2021. Namun, nama tersangka masih dirahasiakan.
 
Informasi penetapan tersangka itu diungkap Pusat Penerangan Hukum Kejagung melalui undangan konferensi pers yang disebar ke media, Sabtu, 25 Juni 2022. Pengumuman tersangka baru korupsi Garuda akan dilakukan oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pada Senin, 27 Juni 2022. 
 
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejagung Supardi yang dikonfirmasi perihal penetapan tersangka baru itu cuma menjawab singkat. "Rahasia," kata Supardi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juni 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejagung sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara pengadaan pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan pesawat ATR72-600 oleh maskapai pelat merah itu. Pertama, Captain Agus Wahjudo selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda periode 2009-2014.
 
Kedua, Vice President Strategic Management Office Garuda periode 2011-2012 Setijo Awibowo. Terakhir, Vice President Treasury Management Garuda periode 2005-2012 Albert Burhan.
 
Penyidik Gedung Bundar telah melaksanakan tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti ke penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 21 Juni 2022. Saat itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan tahap perencanaan dan tahap evaluasi dalam proses pengadaan pesawat di Garuda tidak sesuai dengan Prosedur Pengelolaan Armada (PPA) maskapai.

Baca: Korupsi Garuda Bikin Negara Rugi Rp8,8 Triliun


Dalam tahap perencanaan yang dilakukan tersangka Setijo, Ketut mengatakan tidak terdapat laporan analisa pasar, rencana rute, analisa kebutuhan pesawat, dan rekomendasi serta persetujuan jajaran direksi.
 
Di sisi lain, ketiga tersangka bersama Emirsyah Satar yang saat itu menjabat Direktur Utama dan Hadinoto Soedigno selaku Direktur Teknik menetapkan pemenang pengadaan pesawat CRJ-1000 seara tidak transparan, tidak konsisten, dan tidak akuntabel.
 
Rasuah terkait pengadaan pesawat di Garuda sebelumnya pernah diusut oleh KPK dengan menersangkakan Emirsyah, Hadinoto, dan Beneficial Owner Connaught International PTE Ltd Soetikno Soedarjo. Ketiganya terbukti bersalah di pengadilan melakukan pemberian dan penerimaan suap serta tindak pidana pencucian uang.
 
Emisryah dan Soetikno telah dijebloskan ke penjara oleh KPK. Sementara Hadinoto meninggal pada Desember 2021, tidak lama setelah divonis di pengadilan tingkat pertama.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif