NEWSTICKER
Wakapolri Komjen Syafruddin (tengah). MI/Rommy Pujianto.
Wakapolri Komjen Syafruddin (tengah). MI/Rommy Pujianto.

Wakapolri Pastikan Penerbitan SP3 Rizieq tak Bermuatan Politis

Nasional pornografi
Nur Azizah • 17 Juni 2018 19:45
Jakarta: Pengeluaran surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan pornografi yang menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dikabarkan sarat muatan politis. Namun, tudingan itu dibantah Wakapolri Komjen Syafruddin.
 
"Tidak ada (muatan politis). Saya jangan suruh ulang-ulang. Saya tetap konsisten dan menyatakan kalau itu kewenangan penyidik," kata Syafruddin di gedung CHIEF de Mission Asian Games, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juni 2018.
 
Baca: Rizieq Shihab Klaim Pegang Salinan Asli SP3 Kasus Pornografi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenderal bintang tiga ini enggan berkomentar soal pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212 di Istana. Ia meyakini tak ada pihak yang mengintervensi penerbitan surat itu.
 
"Semua proses hukum di Indonesia ada di penyidik. Apapun yang dilakukan penyidik adalah kewenangan mereka. Tidak ada intervensi sedikit pun," tegas jenderal bintang tiga itu.
 
Diketahui, foto pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212 viral di media sosial. Pertemuan tersebut dilakukan pada Minggu, 22 April 2018 di Istana Presiden, Bogor.
 
Presiden Joko Widodo sendiri mengakui adanya pertemuan itu. Pertemuan diawali dengan salat Zuhur bersama dan dilanjutkan makan siang.
 
Pengurus PA 212 yang bertemu Jokowi tersebut antara lain, Al-Khaththath, Sobri Lubis, Usamah Hisyam, Slamet Maarif, dan Yusuf Marta. Menurut Jokowi, pertemuan ini hal biasa.
 
Baca: Polri Pastikan tak Mengintervensi Penerbitan SP3 Kasus Rizieq
 
Kepala Negara mengaku sering sowan ke pondok pesantren dan mengundang para ulama ke Istana setiap akhir pekan. Dia ingin menjalin silaturahmi dengan para ulama, habib, kiai, serta ustaz dari seluruh Tanah Air.
 
Menurut dia, pertemuan juga untuk menjalin ukhuwah dan persatuan. Dengan tersambungnya silaturahmi ulama dan umarah bisa beriringan menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Semua masalah, tekan dia, harus diselesaikan bersama-sama.
 


 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif