Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI Melchias Markus Mekeng - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI Melchias Markus Mekeng - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

KPK Periksa Markus Mekeng

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 08 Mei 2019 11:22
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan anggota DPR RI Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.
 
"Melchias Markus Mekeng akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Direktur Utama nonaktif PLN Sofyan Basir)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Penyidik juga memanggil sejumlah saksi lain, yakni Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, Direktur Jenderal Minerba ESDM Bambang Gatot Ariyono, dan Pegawai Corporate Secreatry Group Dadang Suryadi. Kemudian Kepala Cabang Bank Mandiri Plaza Mandiri Eferlina, Pemimpin Wilayah Jakarya Senayan SVP PT BNI Yanar Siswanto, serta mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk SFB," kata Febri.
 
Nama Mekeng mencuat dalam persidangan perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Mekeng disebut memerintahkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih membantu PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) milik Samin Tan yang tengah bermasalah di ESDM.
 
Eni diminta Mekeng menyelesaikan proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM. PT AKT merupakan anak perusahaan PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (PT BORN).
 
KPK juga sudah menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Sofyan diduga bersama Eni, dan politikus Golkar Idrus Marham membantu memuluskan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited milik Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.
 
Penetapan tersangka Sofyan merupakan pengembangan penyidikan Eni, Johannes, dan Idrus yang telah divonis. Eni dihukum enam tahun penjara, Kotjo 4,5 tahun penjara dan Idrus Marham 3 tahun penjara.
 
Sofyan dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dlubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif