Suasana lingkungan dalam Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Foto: MI/Susanto.
Suasana lingkungan dalam Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Foto: MI/Susanto.

Dirjen PAS Dihadirkan di Sidang Suap Kalapas Sukamiskin

Nasional suap fasilitas lapas
Fachri Audhia Hafiez • 08 Januari 2019 20:22
Jakarta: Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami akan dihadirkan dalam sidang kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dugaan suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung Wahid Husein. Dia akan bersaksi bersama empat orang lainnya.
 
"Ada lima orang saksi yang diagendakan diperiksa besok di Pengadilan Tipikor Bandung, yaitu Mulyana, sopir dirjen PAS; Kemudian Slamet Widodo dan Yogi Suhara, PNS (pegawai negeri sipil) di lapas; dokter lapas Dewi Murni Ayu; dan Sri Puguh Budi Utami, dirjen PAS," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Febri enggan menyampaikan materi apa saja yang akan disampaikan saat persidangan. Hal itu menjadi ranah jaksa penuntut umum yang hadir saat persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau dalam proses penyidikan yang didalami terkait dengan bagaimana sebenarnya pengaturan di Sukamiskin baik izin keluar, atau pemberian sebuah tas pada sopir dari Dirjen PAS. Tentu saja itu jadi poin-poin yang kami perhatikan," ujar Febri.
 
Sri Puguh sebelumnya disebut menerima tas bermerek Louis Vuitton dari Wahid Husein. Wahid menerima tas itu dari Fahmi Darmawansyah, terpidana kasus suap, pada Juli 2018. Tas diserahkan kepada Sri sebagai kado ulang tahun. Pada proses penyidikan, Sri Puguh telah mengembalikan tas tersebut kepada penyidik.
 
Baca: Pegawai Lapas Sukamiskin Nikmati THR dari Narapidana
 
Wahid didakwa menerima uang dari narapidana, yakni Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, dan Fuad Amin. Fahmi memberikan 1 mobil jenis double cabin 4x4 merek Mitsubishi Triton, sepasang sepatu bot, sepasang sandal merk Kenzo, 1 buah tas clutch bag Louis Vuitton dan uang Rp39,5 juta.
 
Kemudian, Wahid menerima uang sebanyak Rp63,3 juta dari Wawan. Sementara itu, dari Fuad Amin, Wahid menerima uang sejumlah Rp71 juta, fasilitas pinjaman mobil Toyota Innova serta biaya menginap di hotel Ciputra Surabaya selama dua
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi