Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Eggi Emoh Meneken Surat Penahanan

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 15 Mei 2019 09:35
Jakarta: Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana resmi ditahan Selasa, 14 Mei 2019. Namun, ia menolak menandatangani surat perintah penahanan yang dikeluarkan Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya.
 
"Tersangka tidak mau menandatangani surat perintah penahanan dan berita acara penahanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Argo mengatakan, sebelum dilakukan penahanan penyidik terlebih dahulu membacakan surat perintah penahanan. Kemudian, mempersilakan Eggi membaca surat perintah penahanan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, setelah selesai membaca tersangka tak mau menandatanganinya. Eggi justru menandatangani berita acara penolakan tanda tanganatas surat perintah penahanan dan berita acara penahanan.
 
Meski menolak tanda tangan, Polda Metro Jaya tetap menahan Eggi. Ia akan mendekam sebagai tahanan Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
 
"Tersangka dimasukkan ke dalam Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB," pungkas Argo.
 
Baca juga:Eggi Sudjana: Saya Tidak Bisa Dipidana
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak bisa menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.
 
Eggi juga sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif