Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya (Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya (Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat)

Alasan Aipda Ambarita Dimutasi ke Humas Polda Metro Jaya

Patrick Pinaria • 19 Oktober 2021 22:45
Jakarta: Kabar mengejutkan datang dari Aipda Monang Parlindungan Ambarita atau dikenal dengan Aipda Ambarita. Banit 51 Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur itu dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya.
 
Kabar Aipda Ambarita dimutasi itu dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Ia mengungkapkan, Aipda Ambarita dimutasi ke bidang humas karena punya kelebihan dalam mengelola media sosial.
 
"Pak Ambarita ini punya kelebihan yang sama, coba liat followernya," ujar Yusri dikutip dari Antara, Selasa, 19 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mutasi tersebut tertera dalam Surat Telegram Nomor: ST/458/X/KEP/2021. Surat telegram ditandatangani oleh Karo SDM atas nama Kapolda Metro Jaya.
 
Baca: Viral Geledah Ponsel Warga, Aipda Ambarita Dimutasi
 
Belum diketahui pasti penyebab Aipda Ambarita dimutasi. Namun, muncul dugaan bahwa mutasi ini merupakan buntut dari aksi pemeriksaan telepon seluler (ponsel) seorang pemuda secara paksa.
 
Sebelumnya, Aipda Ambarita menggeledah seorang remaja dalam pemberantasan kejahatan jalanan beberapa waktu lalu. Aksi itu terekam gawai dan viral di media sosial Twitter pada Sabtu, 16 Oktober 2021.
 
Dalam video, terlihat seorang remaja tidak terima ponselnya diperiksa anggota polisi Bripka Rustamaji. Remaja itu menyebut informasi dalam ponsel itu rahasia pribadinya. Dia juga tidak melakukan kejahatan.
 
Kemudian, Aipda Ambarita datang menjelaskan penggeledahan ponsel merupakan salah satu kewenangan kepolisian dalam pemeriksaan identitas. Ambarita menanyakan undang-undang yang mengatur tentang privasi kepada remaja tersebut. Bahkan, dia menantang pemuda itu untuk adu data siapa benar dan salah dalam pemeriksaan ponsel.
 
"Tugas polisi memeriksa identitas, enggak dibuat di situ memeriksa KTP tapi identitas. Tahu kau defenisi identitas, nah pengenalan identitasnya ini (ponsel). Harus tahu kami siapa kau, kalau ada rencana pembunuhan di situ (ponsel), emang saya kenal dengan kau," kata Ambarita dengan nada dan gestur menyudutkan.
 
Aipda Ambarita geram dengan remaja itu karena mempermasalahkan pemeriksaan ponsel. Padahal, dia dan anggotanya tidak mempermasalahkan soal SIM dan STNK.
 
"Kau masalah kecil saja kau permasalahkan. Biar saya ajarin kau. Makanya kau belajar, kalau kau pernah nonton cari datanya apa sih kayak gini, belajar kau, jangan bola aja tonton kau. Orang Indonesia itu harus pintar, jangan katanya, katanya. Kalau enggak ada datanya little knowledge could be dangerous, sedikit pengetahuanmu akan berbahaya," kata Ambarita sambil teriak marah-marah.
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif