Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur Utama (Dirut) nonaktif Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan. Namun, dia irit bicara tentang kasusnya.
"Saya berserah kepada Tuhan Yesus," kata Yoory di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Maret 2021.
Yoory enggan mengonfirmasi terkait tudingan soal penjualan tanah Kongregasi Suster tanpa izin. Dia menyerahkan semua informasi soal kasus dugaan rasuah pembelian lahan di Munjul, Jakarta Timur, kepada penyidik KPK.
Baca: KPK Dalami Teknis Pengadaan Tanah dalam Kasus Rasuah di DKI
"Apa pun yang terjadi ke depannya adalah yang terbaik buat saya dan keluarga saya," jelas Yoory.
Kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Namun, Lembaga Antirasuah masih enggan blak-blakan soal kasus ini.
Lembaga Antikorupsi sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. KPK juga telah mencegah para tersangka ke luar negeri selama enam bulan.
Jakarta: Komisi Pemberantasan
Korupsi (
KPK) rampung memeriksa Direktur Utama (Dirut) nonaktif Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan. Namun, dia irit bicara tentang kasusnya.
"Saya berserah kepada Tuhan Yesus," kata Yoory di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Maret 2021.
Yoory enggan mengonfirmasi terkait tudingan soal penjualan tanah Kongregasi Suster tanpa izin. Dia menyerahkan semua informasi soal kasus dugaan rasuah pembelian
lahan di Munjul, Jakarta Timur, kepada penyidik KPK.
Baca:
KPK Dalami Teknis Pengadaan Tanah dalam Kasus Rasuah di DKI
"Apa pun yang terjadi ke depannya adalah yang terbaik buat saya dan keluarga saya," jelas Yoory.
Kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Namun, Lembaga Antirasuah masih enggan blak-blakan soal kasus ini.
Lembaga Antikorupsi sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. KPK juga telah mencegah para tersangka ke luar negeri selama enam bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)