KPK Telusuri Anggota Komisi I Penerima Suap Bakamla

Juven Martua Sitompul 06 April 2018 06:00 WIB
suap di bakamla
KPK Telusuri Anggota Komisi I Penerima Suap Bakamla
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Managing Director PT Rohde and Schwarz, Erwin S Arif, menjadi salah satu saksi yang diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016 yang menjerat Fayakhun Andriadi (FA).

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengakui, ada banyak hal yang ditilik penyidik dari Erwin dalam pemeriksaannya hari ini. Diduga kuat, Erwin mengetahui banyak soal ihwal suap proyek pengadaan satelit Bakamla tersebut.

"Memang didalami pengetahuan-pengetahuan dari saksi terkait dengan peran FA untuk memuluskan anggaran tersebut," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 5 April 2018.


Baca: KPK Singkap Suap Fayakhun Lewat PT Dunia Hobi

Tak hanya soal proses pemulusan anggaran di Komisi I, penyidik juga terus mendalami fakta-fakta yang muncul dalam persidangan. Salah satunya, terkait nama-nama anggota DPR RI yang ikut menerima suap selain Fayakhun.

"Fakta-fakta persidangan juga bisa kita kroscek dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Febri menegaskan, penetapan Fayakhun sebagai tersangka bukan berarti KPK berhenti mencari pihak-pihak lain yang diduga kecipratan uang haram dari proyek Bakamla itu. Lembaga Antirasuah, lanjut dia, tengah menguatkan bukti-bukti untuk menjerat anggota legislatif penerima aliran dana suap.

"Nanti kita lihat perkembangan-perkembangan berikutnya sepanjang buktinya ada," pungkas Febri.

Baca: KPK Buru Ali Fahmi buat Jerat Anggota DPR di Kasus Bakamla

Sejumlah nama anggota DPR yang menerima suap proyek pengadaan alat satelit monitoring pada Bakamla mencuat pada persidangan sebelumnya. Direktur PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah yang saat itu bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Bakamla Nofel Hasan menyebut beberapa nama anggota DPR yang menerima uang suap.

Mereka yang disebut antara lain, politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin dan Eva Sundari, politikus Golkar Fayakhun Andriadi serta anggota Komisi XI DPR Bertus Merlas dan Donny Imam Priambodo. Namun, KPK baru menetapkan Fayakhun sebagai tersangka dari pihak legislatif.





(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id