Kuasa hukum Freddy Widjaja, Kamaruddin Simanjuntak. Medcom.id/Siti Yona
Kuasa hukum Freddy Widjaja, Kamaruddin Simanjuntak. Medcom.id/Siti Yona

Freddy Widjaja Laporkan 3 Saudara Tirinya Atas Penggunaan Identitas Palsu

Siti Yona Hukmana • 21 November 2022 19:11
Jakarta: Freddy Widjaja, anak pendiri Sinarmas Group Eka Tjipta Widjaja, kembali menyambangi Gedung Bareskrim Polri. Dia melaporkan tiga saudara tirinya atas kasus penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) palsu.
 
"Hari ini kami membuat laporan atau akan membuat laporan tentang mengapa warga negara asing (WNA) bisa memiliki KTP, bisa memiliki kartu keluarga dan bisa memiliki paspor dengan nama yang berbeda-beda," kata kuasa hukum Freddy Widjaja, Kamaruddin Simanjuntak, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 21 November 2022.
 
Kamaruddin mengatakan kasus berawal saat ketiga terlapor telah melakukan pembatalan penetapan Freddy Widjaja sebagai anak dari Eka Tjipta Widjaja. Padahal, dalam akta notaris pada 1991, Eka mengakui dalam akta itu ada lima istri dengan 28 anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasca ayahnya meninggal dunia, beliau (Freddy) melakukan permohonan penetapan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menyatakan bahwa beliau adalah anak daripada ayahnya dengan perkawinannya dengan ibu Lidia," ungkap Kamaruddin.
 
Namun, para terlapor keberatan dan mengajukan pembatalan permohonan Freddy ke Mahkamah Agung (MA) menggunakan surat-surat atau akta yang diduga dipalsukan. Tindakan itu, kata Kamaruddin, merugikan kliennya Freddy Widjaja.
 
Maka itu, Freddy membuat laporan polisi. Kasus ini sudah ditangani Bareskrim Polri pada 24 November 2021, dengan nomor LP/B/0705/XI/2021/SPKT/Bareskrim Polri. Namun, laporannya disetop, lantaran dianggap penyidik Bareskrim Polri bukan merupakan peristiwa pidana.
 
"Nah, ini kan berbahaya, berbahaya buat keselamatan bangsa dan negara bukan cuma berbahaya atau merugikan klien saya," ujar Kamaruddin.
 

Baca: Freddy Widjaja Serahkan Bukti Baru untuk Usut Laporan Pemalsuan Akta Kelahiran


Di samping melaporkan tiga saudara tiri atas kasus pemalsuan identitas, Freddy Widjaja meminta penyidik Bareskrim Polri kembali membuka gelar perkara dalam kasus tersebut. Kamaruddin mengaku telah mengajukan pendapat beberapa doktor dan profesor kepada penyidik bahwa pemalsuan adalah tindak pidana.
 
"Jangan sampai nanti orang dari Sabang sampai Merauke berlomba-lomba memalsukan lalu polisi mengatakan bahwa itu bukan peristiwa pidana nanti jadi kacau negara ini," kata Kamaruddin.
 
Tiga terlapor dalam kasus ini adalah Indra Widjaja, Muktar Widjaja, dan Franky Oesman Widjaja. Ketiganya diduga melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 jo Pasal 264 ayat 1 dan 2 jo Pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP. Terlapor diduga memalsukan akta kelahiran dan juga statusnya sebagai anak sah Eka Tjipta dan Lidia Herawati Rusli.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif