Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

MAKI Ungkap Lagi Isu 'Skandal Toilet' Sudrajad dan Legislator pada 2013

Fachri Audhia Hafiez • 24 September 2022 14:31
Jakarta: Penetapan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) membuat isu pertemuan di toilet DPR kembali mengemuka. Isu tersebut berkembang ketika Sudrajad mengikuti fit and proper test sebagai calon hakim agung di DPR.
 
"Sebagaimana dulu pernah terdapat cerita isu pertemuan di toilet antara calon hakim agung dan terduga anggota DPR," kata koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 September 2022.
 
Sudrajad diduga melobi anggota DPR di toilet saat dia mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung pada 2013. Legislator yang ditemui ialah Bahrudin Nashori.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus yang sempat mencuat dinyatakan Komisi Yudisial (KY) tak terbukti. Boyamin mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa mengembangkan perkara tersebut setelah Sudrajad terseret kasus suap pengurusan perkara.
 
"Tidak menutup kemungkinan KPK mampu menemukan alat bukti dengan segala kewenangannya seperti penyadapan dan penelusuran rekening bank," ujar Boyamin.
 

Baca: Hakim Agung Terjerat Kasus Suap, MA Didesak Lakukan Evaluasi Menyeluruh


Di sisi lain, Boyamin mengapresiasi kinerja KPK yang mengungkap perkara korupsi di MA. Lembaga Antikorupsi sebelumnya cuma mampu menjerat di level hakim agung.
 
"Ini langkah berprestasi yang ditorehkan KPK, mampu mencetak rekor dikarenakan sebelumnya KPK diduga telah sering menyasar Mahkamah Agung. Namun, baru bisa menangkap pejabat level bawah," kata Boyamin.
 
Komisioner Komisi Yudisial (KY) Bin Ziyad Khadafi merespons hal tersebut. Ia mengatakan kasus yang menyeret Sudrajad sudah dinyatakan selesai. Keputusan rapat pleno KY menyebutkan bahwa Sudrajad bebas dari pelanggaran kode etik hakim.
 
"Saya kebetulan ada copy-nya tahun 2013 Nomor 128, yang intinya adalah bahwa yang bersangkutan sudah dinyatakan clear atas dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku di kejadian tersebut,' ujar Ziyad dikutip dari YouTube KPK RI.
 
Pada perkara ini KPK menetapkan 10 orang tersangka termasuk Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD). Tersangka lainnya yakni, Hakim Yudisial atau panitera pengganti, Elly Tri Pangestu (ETP); dua aparatur sipil negara (ASN) pada Kepeniteraan MA, Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH); serta dua ASN di MA, Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).
 
Kemudian, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS). Dari 10 tersangka tersebut, Ivan, dan Heryanto belum ditahan.
 
Penetapan tersangka tersebut berdasarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Temuan SGD205 ribu dan Rp50 juta yang diduga terkait suap penanganan perkara jadi barang bukti kuat untuk menyeret para tersangka.
 
Heryanto Tanaka, Yosep Parera, Eko Suparno, dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Sedangkan Sudrajad Dimyati, Desy Yustria, Elly Tri Pangestu, Muhajir Habibie, Nurmanto, dan Albasri sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif