Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polri Optimistis Tersangka Pembunuhan Brigadir J Segera Diseret ke Pengadilan

Siti Yona Hukmana • 23 September 2022 15:55
Jakarta: Polri optimis bisa berkas perkara tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bisa dinyatakan lengkap Kejaksaan Agung (Kejagung). Dengan begitu, kasus ini bisa selangkah lebih dekat menuju meja hijau.
 
"InsyaAllah lah semoga semuanya diberikan kelancaran, moga-moga minggu depan kita bisa mendapatkan kabar yang baik," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2022.
 
Dedi belum bisa memastikan kapan berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum (JPU). Sebab, dia tak ingin mendahului pihak Kejaksaan Agung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena di dalam criminal justice system, ada satu asas yang harus betul semua saling menghargai, menghormati sesuai dengan tupoksi masing-masing," ujar jenderal bintang dua itu.
 
Menurutnya, penyidik Polri fokus pada proses penyidikan. Sedangkan, Kejaksaan fokus meneliti berkas perkara dan mempersiapkan proses penuntutan serta persidangan.
 
"Kerja dari semuanya itu harus betul-betul saling menghargai. Jadi, asas hukumnya seperti itu lah semua harus menghargai sesuai tupoksi masing-masing," ungkap Dedi.
 

Baca: Sah! Ferdy Sambo Resmi Dipecat dari Polri


Terlepas dari itu, dia mengapresiasi apa yang disampaikan pihak Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu. Yakni, bekerja meneliti berkas perkara tanpa kenal waktu.
 
"Mereka bekerja secara maraton pagi, siang, malam bahkan saya dengar hari libur pun mereka bekerja berkomunikasi secara intens dengan penyidik," ucap Dedi.
 
Polri menetapkan lima tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Kelimanya ialah Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; Bripka Ricky Rizal; dan Kuat Ma'ruf (asisten rumah tangga sekaligus sopir Putri).
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Ancaman pidananya, maksimal hukuman mati.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif