Ilustrasi--MI/Susanto
Ilustrasi--MI/Susanto

Sidang Teguran Yayasan Supersemar Ditunda

Nasional supersemar
Arga sumantri • 23 Desember 2015 12:11
medcom.id, Jakarta: Sidang teguran (Aanmaning) terhadap Yayasan Supersemar ditunda. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang teguran hingga Rabu 6 Januari 2016.
 
Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, I Made Sutrisna menjelaskan, penundaan sidang dilakukan lantaran kuasa hukum Yayasan Supersemar berhalangan hadir.
 
"Sebagaimana panggilan Aanmaning dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada Yayasan Supersemar pada hari ini, pengadilan menerima surat dari kuasa hukum termohon Dedi Kailimang tidak bisa hadir. Karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan," ujar Made Sutrisna kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Rabu (23/12/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Made memastikan sidang teguran hanya dilakukan satu kali. Lepas sidang teguran Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bakal memberi tenggang waktu delapan hari bagi Yayasan Supersemar untuk menyerahkan total kerugian negara senilai Rp.4,4 triliun. "Apabila tidak dijalankan secara sukarela, maka akan dijalankan secara paksa," ungkap Made.
 
Sedianya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan menggelar sidang teguran (anmaning) kepada Yayasan Supersemar pukul 09.30 WIB. Yayasan Supersemar diminta membayar denda sesuai putusan Mahkamah Agung secara sukarela.
 
Eksekusi aset Yayasan ini adalah tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung. Kasus bermula dari gugatan pemerintah terhadap dugaan penyelewengan dana beasiswa di Yayasan Supersemar. Dana yang seharusnya digunakan untuk beasiswa malah mengalir ke beberapa perusahaan.
 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis bersalah Yayasan Supersemar pada 28 Maret 2008. Vonis itu dikuatkan di tingkat Pengadilan Tinggi pada 19 Februari 2009.
 
Yayasan Supersemar kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun kalah. Kejagung juga mengajukan peninjauan kembali pada September 2013.
 
Di sisi lain Yayasan Supersemar juga mengajukan PK. Namun MA mengabulkan PK Kejaksaan Agung dan menolak PK Yayasan Supersemar. Dalam putusan PK itu, Yayasan harus membayar denda Rp4,4 triliun.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif