Sidang pemeriksaan kasus suap jual beli jabatan Kemenag, Rabu 12 Juni 2019. Foto:Medcom.id/ Ilham Pratama Putra
Sidang pemeriksaan kasus suap jual beli jabatan Kemenag, Rabu 12 Juni 2019. Foto:Medcom.id/ Ilham Pratama Putra

Caleg PPP Terima Rp41,4 Juta dari Penyuap Romahurmuzy

Nasional jual beli jabatan pns
Ilham Pratama Putra • 13 Juni 2019 05:18
Jakarta: Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Gresik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abdul Wahab mengaku menerima bantuan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muh Muafaq Wirahadi sebesar Rp41,4 juta. Bantuan itu digunakan Wahab untuk modal kampanye.
 
"Saya terima bantuan Rp41,4 juta, diberikan berapa kali saya lupa," kata Wahab di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu 12 Juni 2019.
 
Wahab menjadi saksi untuk terdakwa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Gresik Muh Muafaq Wirahadi. Keduanya terdakwa kasus suap kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuzy dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam dakwaan Jaksa, uang Rp41,4 juta itu diberikan secara bertahap. Yakni sebanyak 16 kali. "Saya menyampaikan Mas Romy sudah terima bantuan dari Pak Muafaq dengan harapan mendapat tambahan dari Rommy," ungkap Wahab.
 
Saat maju sebagai caleg, Wahab juga sempat bertemu dengan Rommy Desember 2018 dan sempat menyampaikan pesan adiknya, Abdul Rochim, dari Muafaq terkait jabatan eselon III di Kemenag.
 
"Saya tidak tahu maksudnya tapi asumsi saya salam dari adik saya dilaksanakan. Saya juga kurang tahu, saya sampaikan ke adik saya dan Pak Muafaq tapi belakangan memang Pak Muafaq dilantik," ungkap Wahab.
 
Diketahui, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
 
Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif