Tubagus Chaeri Wardhana. MI/ Rommy Pujianto
Tubagus Chaeri Wardhana. MI/ Rommy Pujianto

Jaksa Bakal Beberkan Aksi Pencucian Uang Adik Ratu Atut

Nasional tubagus chaeri wardana kasus korupsi tppu
M Sholahadhin Azhar • 31 Oktober 2019 06:34
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengulas aksi cuci uang Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan hingga Rp500 miliar.
 
"Kami akan uraikan proyek-proyek yang diduga dikorupsi oleh TCW, bagaimana pola serta cara-cara pencucian uangnya, karena prinsip dasarnya hasilnya digunakan untuk berbagai hal seperti membeli rumah, tanah, kendaraan, dan benda-benda lain," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung merah putih, Jakarta Selatan, Rabu malam, 30 Oktober 2019.
 
Pada sidang yang akan diagendakan hari ini, Kamis, 31 Oktober 2019, Febri menyebut Wawan tidak hanya diadili terkait pencucian uang. Adik eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah juga didakwa di kasus korupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Febri tidak membeberkan kasus korupsi atau proyek terkait yang bakal diurai. Dia hanya menjelaskan ada kemungkinan jaksa KPK menghadirkan saksi dalam sidang Wawan.
 
Tanpa ingin berspekulasi, Febri memastikan, Jaksa KPK yang paling paham dan pasti akan menghadirkan saksi jika diperlukan.
 
"Nanti saksi-saksi yang penting untuk pembuktian TPK (tindak pidana korupsi) dan TPPU (tindak pidana pencucian uang) akan dihadirkan. Apakah dari pihak-pihak yang mengetahui korupsi dan terlibat. Termasuk legalitas asetnya, akan dipanggil lebih lanjut," ucap dia.
 
Kasus TPPU yang menjerat Wawan merupakan pengembangan dari kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang diduga menerima suap sebesar Rp1 miliar dari Wawan. Duit itu terkait sidang perkara gugatan Pilkada Lebak di MK pada 2013.
 
Pada perkara ini, KPK menelusuri aset kekayaan Wawan yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi yaitu yang bersumber dari proyek-proyek yang dikerjakan perusahaanya, PT Bali Pacific Pragama (BPP). Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah itu diduga telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari Pemerintah Provinsi Banten dan beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Banten dengan total nilai kontrak sekitar Rp6 triliun dalam rentang waktu 2006-2013.
 
Pada saat penyidikan, KPK mendapat fakta uang sebesar Rp1 miliar yang digunakan Wawan menyuap Akil Mochtar berasal perusahaan yang sama. KPK juga menduga Wawan, melalui PT BPP dan perusahaan lain yang terafiliasi, telah melawan hukum dan memanfaatkan hubungan kekerabatan dengan pejabat gubernur dan bupati/wali kota yang ada di Provinsi Banten untuk mendapatkan kontrak-kontrak tersebut.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif