Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Aprilio Akbar.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Aprilio Akbar.

Dua Camat Kabupaten Cirebon Dicegah ke Luar Negeri

Nasional tppu OTT Bupati Cirebon
M Sholahadhin Azhar • 30 Oktober 2019 17:26
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang pencegahan untuk dua Camat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka adalah Camat Beber, Rita Susana Supriyanti, dan Camat Astanajapura, Mahmud Iing Tajudin.
 
"Perpanjangan pelarangan ke luar negeri dilakukan di tahap penyidikan kasus gratifikasi dengan tersangka SUN (eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
KPK juga memperpanjang pelarangan ke luar negeri bagi pihak swasta, GM Hyundai Engineering Construction, Herry Jung. Perpanjangan pelarangan masih terkait dengan kasus yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perpanjangan dengan jangka waktu selama 6 bulan ke depan terhitung 24 Oktober 2019," ujar Febri.
 
Dalam kasus ini, Sunjaya ditetapkan sebagai tersangka TPPU dengan total Rp51 miliar. Uang tersebut diperolehnya dari gratifikasi dengan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dengan mengatasnamakan pihak lain.
 
Sejak menjabat sebagai bupati pada rentang 2014-2018, Sunjaya diduga menerima Rp41,1 miliar gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya. Aksi itu berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai kepala daerah.
 
Fulus Rp31,5 miliar diterima Sunjaya terkait pengadaan barang jasa dari pengusaha. Dari mutasi jabatan aparatur sipil negara (ASN) di Cirebon, Sunjaya mengantongi Rp3,09 miliar.
 
Dia juga mendapat setoran Rp5,9 miliar dari kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD)/organisasi perangkat daerah (OPD). Dari perizinan galian, dia kecipratan Rp500 juta.
 
Sunjaya tidak melaporkan gratifikasi ini kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja. Hal ini sejatinya suah diatur Pasal 12 C Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Tak berhenti sampai di situ, politikus PDI Perjuangan itu juga menerima hadiah atau janji Rp6,04 miliar terkait perizinan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 di Cirebon. Dia juga mendapat Rp4 miliar dari perizinan properti.
 
Sunjaya telah divonis dalam perkara suap dari Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cirebon, Gatot Rachmanto, terkait jual beli jabatan. Dia divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif