Barang bukti kasus pengaturan skor. Medcom.id/ Ilham Pratama
Barang bukti kasus pengaturan skor. Medcom.id/ Ilham Pratama

Kubu Jokdri Bingung Alat Bukti Berkurang

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Ilham Pratama Putra • 18 Juni 2019 19:24
Jakarta: Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) jalani sidang lanjutan terkait pengaturan skor. Namun barang bukti yang dihadirkan berkurang dari yang telah diamankan satuan tugas (satgas) anti mafia bola.
 
"Beda, itu tas sebelumnya di isi (dengan banyak dokumen). Dari segi jumlah, dari setumpuk jadi beberapa lembar," kata salah seorang saksi yang merupakan Petugas Administrasi Timnas PSSI, Herwinyo, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Atas berkurangnya barang bukti tersebut, kuasa hukum Jokdri, Mustofa Abidin merasa kliennya akan lolos dari dakwaan. Dia merasa puas atas persidangan yang telah dijalani Jokdri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menilai rangkaian persidangan sama sekali tidak menunjukkan jika Jokdri terlibat dalam pengaturan skor atau match fixing.
 
"Tadi tidak ditemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan laporan kasus PS Banjar Negara terkait match fixing. Sama sekali tidak ada kaitan Jokdri dengan match fixing," ujar Mustofa.
 
Dia mengatakan perkara akan selesai saat Jokdri memberikan kesaksian tunggal sebagai terdakwa. Selanjutnya Jokdri tinggal menunggu sidang tuntutan dan pleidoi setelah memberikan kesaksian. Jokdri akan memberikan kesaksian pada Kamis, 20 Juni 2019.
 
Diketahui, proses penyidikan bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/6990xll/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018 atas nama pelapor Sdri. Lasmi ndaryani.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019. Atas status tersangka itu, polisi melakukan pencekalan.
 
Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif