Bharada E menjalani pemeriksaan di Komnas HAM, Selasa, 26 Juli 2022. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Bharada E menjalani pemeriksaan di Komnas HAM, Selasa, 26 Juli 2022. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Komnas HAM: Bharada E Ngaku Tembak Brigadir J Jarak 2 Meter

Kautsar Widya Prabowo • 06 Agustus 2022 11:58
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut Bharada E atau Richard Eliezer mengaku menembak Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam jarak dekat. Hal itu berdasarkan keterangan Bharada E saat diperiksa pada Selasa, 26 Juli 2022. 
 
"(Tembakan) pertama sekitar enam meter, tapi ketika terakhir dia menembak Josua itu jaraknya dua meter (di) bagian kepala," ujar Ketua Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, saat dikonfirmasi, Jumat malam, 5 Agustus 2022.
 
Namun, Taufan menegaskan kesaksian Bharada E tidak dijadikan kesimpulan bagi timnya dalam mengungkap kasus polisi tembak polisi. Komnas HAM masih mencari sejumlah barang bukti untuk memperkuat hasil penyelidikan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sebagai penyelidik untuk mencari kebenaran seutuhnya belum 100 persen percaya, enggak bisa kita percaya seutuhnya makanya kami desak CCTV," terang dia.
 
Terkait kamera CCTV yang rusak, Taufan mengaku juga tidak percaya. Terlebih Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyebut ada pihak yang mengambil rekaman CCTV saat kejadian tembak menembak terjadi.   
 
"Jelas kan kalau kayak itu berarti ada dugaan obstruction of justice, dugaan ya karena sekarang mereka sedang diperiksa," jelas Taufan. 
 

Baca: Timsus Polri Evaluasi Menyeluruh Dampak 25 Anggota Tidak Profesional


 
Bharada E ditetapkan tersangka usai gelar perkara pada Rabu malam, 3 Agustus 2022. Polisi mengantongi bukti bahwa penembakan yang dilakukan Bharada E bukan bela diri. 
 
Bukti itu didapatkan usai penyidik memeriksa alat komunikasi, rekaman CCTV, barang bukti lain di tempat kejadian perkara (TKP) yang telah diteliti di laboratorium forensik. Selain itu, penyidik tim khusus (timsus) juga telah memeriksa 42 saksi mulai dari saksi ahli biologi kimia forensik, metalurgi balistik forensik, IT forensik, dan kedokteran forensik, hingga meminta keterangan 11 orang keluarga Brigadir J. 
 
"Hasil penyidikan tersebut sudah gelar perkara, dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap menetapkan Bharada E tersangka sesuai Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Agustus 2022.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif