Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung. Foto: Medcom.id/ Cindy
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung. Foto: Medcom.id/ Cindy

Kejaksaan Hati-hati Pilah Aset Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Cindy • 06 Februari 2020 04:23
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) berhati-hati memilah aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Apalagi, beberapa aset seperti bangunan sudah ditempati orang lain.
 
"Kita kaitkan ini dengan penyidikan tindak pidana korupsi yang penyidik harus hati-hati karena mungkin masih ada hak orang lain," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Januari 2020.
 
Hari menjelaskan 1.400 sertifikat tanah yang telah diblokir masih atas nama para tersangka. Namun setelah dilakukan penelusuran, tempat tersebut dikuasai orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemungkinan, kata dia, aset bangunan itu belum dibalik nama atau bisa jadi belum lunas. Sehingga sertifikat tanah masih atas nama tersangka.
 
"Kalau belum ada pemindahtanganan secara hukum dan belum di roya (pencoretan tanggungan bank), sertifikat tersebut masih atas nama tersangka. Berarti aset tersebut masih milik tersangka. Sebetulnya sudah dimiliki orang lain," kata Hari.
 
Menurut Hari, tim penelusuran aset harus mendatangi lokasi untuk mencocokan aset yang dimiliki tersangka. Sebab, bisa jadi aset sudah atas nama orang lain.
 
Tim pelenusuran aset Jiwasraya hari ini kembali bergerak. Ada tiga tempat yang ditelusuri yakni Desa Suka Manah, Desa Nameng, dan Desa Cimangeunteung, Kabupaten Lebak, Banten.
 
Tim juga kembali menggeledah Kantor PT Hanson Internasional. Hingga saat ini penggeledahan sedang berjalan.
 
Kejagung menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Mereka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan.
 
Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif