Jakarta: NL, karyawati sekaligus otak pembunuhan bos pelayaran, Sugianto, 51, masih mengikuti pemakaman korban di Permakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu, 16 Agustus 2020. Saat itu, dia belum menjadi tersangka.
"Tersangka NL ini dari awal kejadian masih bersama dengan polisi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Polisi (Kompol) Wirdhanto Hadicaksono, Selasa, 25 Agustus 2020.
Menurut dia, saat penembakan, Kamis, 13 Agustus 2020, NL ada di lokasi, Rumah Toko (Ruko) Royal Gading Square. Dia sempat dikorek keterangannya sebagai saksi.
"Yang bersangkutan masih bersama dengan kita ikut olah TKP (tempat kejadian perkara) juga," ujar dia.
Baca: Penembak Bos Pelayaran Sempat Menolak Tawaran karena Sudah Bertobat
NL nekat membunuh bosnya di PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto, lantaran dendam. Pelaku yang bekerja sejak 2012 di kantor tersebut mengaku kerap dimarahi, dilecehkan, hingga diteror korban. Puncaknya, korban gelap mata merencanakan pembunuhan sejak Jumat, 20 Maret 2020.
Dia merekrut 11 orang untuk terlibat pembunuhan berencana terhadap Sugianto. Para pelaku dibayar hingga Rp200 juta. Tersangka DM alias M didatangkan dari Bangka Belitung untuk menjadi eksekutor. DM menembak Sugianto di kepala dan punggung hingga meninggal.
Jakarta: NL, karyawati sekaligus otak
pembunuhan bos pelayaran, Sugianto, 51, masih mengikuti pemakaman korban di Permakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu, 16 Agustus 2020. Saat itu, dia belum menjadi tersangka.
"Tersangka NL ini dari awal kejadian masih bersama dengan polisi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Polisi (Kompol) Wirdhanto Hadicaksono, Selasa, 25 Agustus 2020.
Menurut dia, saat penembakan, Kamis, 13 Agustus 2020, NL ada di lokasi, Rumah Toko (Ruko) Royal Gading Square. Dia sempat dikorek keterangannya sebagai saksi.
"Yang bersangkutan masih bersama dengan kita ikut olah TKP (tempat kejadian perkara) juga," ujar dia.
Baca:
Penembak Bos Pelayaran Sempat Menolak Tawaran karena Sudah Bertobat
NL nekat membunuh bosnya di PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto, lantaran dendam. Pelaku yang bekerja sejak 2012 di kantor tersebut mengaku kerap dimarahi, dilecehkan, hingga diteror korban. Puncaknya, korban gelap mata merencanakan pembunuhan sejak Jumat, 20 Maret 2020.
Dia merekrut 11 orang untuk terlibat pembunuhan berencana terhadap Sugianto. Para pelaku dibayar hingga Rp200 juta. Tersangka DM alias M didatangkan dari Bangka Belitung untuk menjadi eksekutor. DM
menembak Sugianto di kepala dan punggung hingga meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)