medcom.id, Jakarta: Lembaga Survei Cyrus Network dan Staf Ahli Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, Sunny Tanuwidjaja, sama-sama dituding menjadi kepanjangan tangan pengembang reklamasi untuk menggelontorkan dana ke Teman Ahok. Pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi sudah membantah kabar tersebut.
Meski membantah, Hasan mengaku kenal dekat dengan Sunny. Mereka sudah akrab sejak 2008. "Memang sahabat ya bagaimana, dari 2008. Sebelum Pilpres dan Pileg 2009 kita kenal," kata Hasan saat ditemui Metrotvnews.com di Kantor Cyrus Network, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2016).
Hasan bercerita soal kedekatannya dengan Sunny mulai terjalin saat keduanya terlibat dalam pembuatan sebuah penelitian. Waktu itu Sunny sedang pulang dari Amerika. "Waktu itu dia pulang sebentar dari Amerika, kita bikin essay bareng, dia supervisi saya pimpro survei CSIS (Center for Strategic and International Studies) saat itu," jelas Hasan.
Hasan mengatakan, hubungannya dengan Sunny dekat laiknya hubungan dia dengan Ahok. Hubungan itu masih terajut sampai sekarang. "Kita sampai sekarang sama-sama terus kayak saya temenan sama Sunny, sama Ahok, sama anak-anak balai kota, teman dekat," ungkapnya.
Tak seperti kawannya yang diketahui dekat dengan petinggi perusahaan pengembang reklamasi, Hasan bilang ia sama sekali tidak mengenal satu pun petinggi pengembang. "Enggak kenal sama sekali," kata Hasan sambil terkehkeh.
Sebelumnya, Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menyatakan, Teman Ahok menerima kucuran dana dari pengembang reklamasi pantai utara Jakarta melalui dua jalur: Sunny dan Cyrus Network. Teman Ahok disebut-sebut menerima jumlah dana yang cukup fantastis, yakni Rp30 miliar.
Hasan juga pernah memberikan dana kepada Teman Ahok senilai Rp500 juta. Tapi baik Hasan maupun Teman Ahok, mengaku uang itu dikembalikan bertahap dalam bentuk pembelian merchandise. "Sebenarnya saya enggak minjamkan, saya ngasih sebenarnya, memang mereka balikin bertahap," ujar Hasan.
Kedekatan Hasan dengan Teman Ahok tak perlu dipertanyakan lagi. Teman Ahok merupakan evolusi dari gerakan Jakarta Baru yang juga dibuat Hasan untuk memenangkan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI 2012. Banyak bentuk support Hasan diberikan kepada Teman Ahok.
"Saya me-training, saya menyiapkan mereka berorganisasi, saya melatih mereka untuk bisa beraktivitas di lapangan, bagaimana ngarsip yang rapi, bikin catatan donator segala macam, fasilitas kantor, kan penting, ini (markas Teman Ahok) gudang bekas kita yang dipakai," paparnya.
medcom.id, Jakarta: Lembaga Survei Cyrus Network dan Staf Ahli Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, Sunny Tanuwidjaja, sama-sama dituding menjadi kepanjangan tangan pengembang reklamasi untuk menggelontorkan dana ke Teman Ahok. Pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi sudah membantah kabar tersebut.
Meski membantah, Hasan mengaku kenal dekat dengan Sunny. Mereka sudah akrab sejak 2008.
"Memang sahabat ya bagaimana, dari 2008. Sebelum Pilpres dan Pileg 2009 kita kenal," kata Hasan saat ditemui
Metrotvnews.com di Kantor Cyrus Network, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2016).
Hasan bercerita soal kedekatannya dengan Sunny mulai terjalin saat keduanya terlibat dalam pembuatan sebuah penelitian. Waktu itu Sunny sedang pulang dari Amerika. "Waktu itu dia pulang sebentar dari Amerika, kita bikin essay bareng, dia supervisi saya pimpro survei CSIS (Center for Strategic and International Studies) saat itu," jelas Hasan.
Hasan mengatakan, hubungannya dengan Sunny dekat laiknya hubungan dia dengan Ahok. Hubungan itu masih terajut sampai sekarang. "Kita sampai sekarang sama-sama terus kayak saya temenan sama Sunny, sama Ahok, sama anak-anak balai kota, teman dekat," ungkapnya.
Tak seperti kawannya yang diketahui dekat dengan petinggi perusahaan pengembang reklamasi, Hasan bilang ia sama sekali tidak mengenal satu pun petinggi pengembang. "Enggak kenal sama sekali," kata Hasan sambil terkehkeh.
Sebelumnya, Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menyatakan, Teman Ahok menerima kucuran dana dari pengembang reklamasi pantai utara Jakarta melalui dua jalur: Sunny dan Cyrus Network. Teman Ahok disebut-sebut menerima jumlah dana yang cukup fantastis, yakni Rp30 miliar.
Hasan juga pernah memberikan dana kepada Teman Ahok senilai Rp500 juta. Tapi baik Hasan maupun Teman Ahok, mengaku uang itu dikembalikan bertahap dalam bentuk pembelian merchandise. "Sebenarnya saya enggak minjamkan, saya ngasih sebenarnya, memang mereka balikin bertahap," ujar Hasan.
Kedekatan Hasan dengan Teman Ahok tak perlu dipertanyakan lagi. Teman Ahok merupakan evolusi dari gerakan Jakarta Baru yang juga dibuat Hasan untuk memenangkan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI 2012. Banyak bentuk support Hasan diberikan kepada Teman Ahok.
"Saya me-
training, saya menyiapkan mereka berorganisasi, saya melatih mereka untuk bisa beraktivitas di lapangan, bagaimana ngarsip yang rapi, bikin catatan donator segala macam, fasilitas kantor, kan penting, ini (markas Teman Ahok) gudang bekas kita yang dipakai," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)