Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko (kanan). Foto: Antara/Ampelsa
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko (kanan). Foto: Antara/Ampelsa

Eks Danjen Kopassus Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Makar

Nasional kasus makar pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Cindy • 20 Mei 2019 21:37
Jakarta: Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dia dianggap menjadi dalang rencana pengepungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Istana Negara yang beredar di media sosial.
 
"Pernyataan yang membuat keresahan adalah memerintahkan mengepung KPU dan Istana serta kemudian menyatakan seakan-akan polisi akan bertindak keras, tentara tidak," ujar pelapor sekaligus pengacara Humisar Sahala di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 20 Mei 2019.
 
Dia mengaku menonton video rapat makar dari Soenarko tersebut pada Jumat, 17 Mei 2019. Dia melimpahkan bukti video serta kumpulan berita terkait hal itu ke Bareskrim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Provokasi tentara pangkat tinggi sudah bisa dibeli, (tentara) yang di bawah tetap membela rakyat. Itu menurut saya pernyataan yang mengadu domba dan menimbulkan gejolak di masyarakat," tuturnya.
 
Soenarko disangka melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 110 juncto 108 KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 163 bis juncto 416 mengenai keamanan negara atau makar. Laporan itu terdaftar dalam nomor polisi LP/B/0489/V/2019/Bareskrim tertanggal 20 Mei 2019.
 
Eks Danjen Kopassus Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Makar
Pengacara Humisar Sahala melaporkan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko ke Bareskrim Polri terkait dugaan makar. Foto: Medcom/Cindy
 
Sebelumnya, beredar video yang berisi rapat makar tanggal 22 Mei 2019 diunggah di twitter oleh akun @lesandra16. Pemilik akun tersebut menulis "Bocoran rencana makar tanggal 22 Mei nih. katanya sih mantan Danjen Kopassus yang ngomong ini."
 
Dalam video tersebut, seorang laki laki berkumis tengah melangsungkan rapat dengan ibu-ibu. Mereka berencana untuk menutup KPU, Istana Negara dan DPR apabila pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinyatakan menang.
 
"Nanti kalau 22 (Mei) diumumkan (hasil pemilu), kalau Jokowi menang, yang kita lakukan tutup dulu KPU, tutup, mungkin ada yang tutup Istana (Negara) dengan DPR, Senayan dalam jumlah besar," ujar laki-laki tersebut seperti dikutip dari video.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif