Suasana persidangan perkara perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,
Suasana persidangan perkara perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,

Potongan Kertas Jadi Petunjuk Awal Penyidikan di Kantor PSSI

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Ilham Pratama Putra • 29 Mei 2019 01:07
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan tujuh saksi dalam sidang perkara perusakan barang bukti terkait pengaturan skor dengan terdakwa mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri). Salah satu saksi dari penyidik Anti Mafia Bola, Ipda Gusti Ngurah Krisna, buka suara.
 
"Tim menemukan mesin penghancur kertas di Gedung Rasuna Office Park (ROP) D0-07, Jalan Taman Rasuna Timur Menteng Atas Setiabudi Kuningan Jakarta Selatan," ujar Gusti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019.
 
Mesin penghancur kertas itu merupakan salah satu barang bukti yang menjadi petunjuk bagi penyidik. Mesin itu ditemukan penyidik, saat menggeledah seisi ruangan pada tanggal 1 Februari 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut mesin itu berada di pantry kantor ROP yang merupakan kantor PT. Liga. Diduga mesin itu dipakai oleh anak buah Joko Driyono untuk menghancurkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pengaturan skor.
 
"Kok ada mesin di sini. Menurut kami enggak waja, terlebih saat itu juga ditemukan potongan kertas. Jangan-jangan ini dokumen yang kami cari. Anak buahnya bernama Pudjo Sulistyo menduga itu bagian dari barang bukti," kata Gusti.
 
Penyidik pun mencari anak buah Jokdri, Mulyadi dan Salim, yang diduga memegang kunci ruangan. Setelah ditemui penyidik, Mulyadi dan Salim menyebut potongan kertas tersebut hanya kertas biasa yang berserakan.
 
Penyidik pun mencoba mengecek kamera pengawas. Ternyata kondisi kamera pengintai yang menyorot ruangan rusak. 
 
Kecurigaan semakin menjadi-jadi. Penyidik  mengintrograsi lebih mendalam terhadap Mulyadi.
 
"Mulyadi akhirnya mengaku ternyata tanggal 31 Januari 2019 dirinya diperintahkan Jokdri mengambil berkas-berkas yang ada di ruangannya sekaligus CCTV," kata Gusti.
 
Diketahui, proses penyidikan bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/6990xll/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018 atas nama pelapor Sdri. Lasmi ndaryani.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019. Atas status tersangka itu, polisi melakukan pencekalan.
 
Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.

 
(BOW)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif