Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pengemudi Ugal-Ugalan di Kebayoran Sopir Polisi

Nasional kecelakaan lalu lintas polri lalu lintas korban tabrak lari polisi indonesia tabrak lari
Aria Triyudha • 22 Agustus 2021 21:12
Jakarta: Pengendara mobil berpelat nomor dinas polisi yang ugal-ugalan menabrak mobil dan mengakibatkan seorang terluka di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), ditangkap polisi. Pengendara berinisial AS, 20, bekerja sebagai sopir dari personel Polri.
 
"Mobil (milik) anggota Polri aktif, pelaku sebagai sopir pemilik kendaraan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mapolres Jaksel, Minggu, 22 Agustus 2021.
 
Menurut dia, pelaku diringkus di Serang, Banten. AS mengendarai mobil Toyota Fortuner dengan nomor dinas polisi 3488-07 pada Jumat dini hari, 20 Agustus 2021. Pelaku melawan arah hingga menabrak mobil di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Kebayoran Lama, karena tidak tahu jalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi pelaku ini mengaku hendak mencari makan, berangkat dari Bintara Bekasi lalu arah BKT (Banjir Kanal Timur), sampai Kasablanka hingga kawasan Karet," terang Sambodo.
 
Baca: Polisi Tangkap Pengemudi Tabrak Lari di Kebayoran Lama
 
Sesampainya di Pejompongan, Jakarta Pusat, pelaku mengemudikan mobil di arah berlawanan hingga ke Jalan Tentara Pelajar. Di kawasan ini, permasalahan dimulai. Mobil pelaku menyenggol dua mobil, Peugeot dan Mercedes. Namun, pelaku tak berhenti dan tancap gas. 
 
Pengendara mobil yang ditabrak lalu mengejar. Setibanya di depan Apartemen Four Winds, pelaku memutar balik dan menabrak salah satu mobil yang mengejarnya. Pelaku melaju ke arah Permata Hijau lalu ke Pos Pengumben, Jakarta Barat. Pelaku kembali melawan arah.
 
"Ketika ada gang coba belok kanan coba mudur dan pengemudi Mercy (yang mengejar)  menyeberang, si pengemudi Mercy terjatuh," ujar Sambodo.
 
Sambodo menjelaskan pelat nomor mobil dinas polisi yang dipakai di Toyota Fortuner itu diambil pelaku diam-diam dari gudang rumah majikannya. Pelat nomor itu asli dari polisi.
 
"Tapi, sudah tidak diperpajang tidak boleh lagi digunakan," ungkap Sambodo.
 
Pelaku AS sudah menjadi tersangka. Dia dijerat dengan empat pasal terkait Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
 
"Pasal 310 ayat 1, Pasal 311 ayat 2, Pasal 311 ayat 3, dan Pasal 312 yang terkait tabrak lari," tegas Sambodo.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif