Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: MI/Haufan Hasyim Salengke.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: MI/Haufan Hasyim Salengke.

Pelimpahan Kasus Ratna Sarumpaet ke Kejati Usai Tahun Baru

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Siti Yona Hukmana • 27 Desember 2018 05:17
Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan berkas kasus penyebaran berita bohong oleh Ratna Sarumpaet segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. 

"Setelah tahun baru (berkas dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta)," kata Argo kepada Medcom.id, Rabu, 26 Desember 2018.

Menurut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah selesai memeriksa saksi-saksi. Polisi kini tengah melakukan pemberkasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Ya (semua saksi-saksi dan tersangka selesai diperiksa)," terang Argo singkat. Baca juga: Polisi Masih Poles Berkas Kasus Ratna Sarumpaet

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro. Kemudian Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor dalam kasus itu serta Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang.

Sejumlah nama lain, seperti juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, staf pribadi Ratna, Ahmad Rubangi, serta dua anak Ratna, Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet melakukan penyebaran berita bohong terkait dirinya yang dianiaya sejumlah orang di kawasan Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 21 September 2018. Namun, dari hasil penyelidikan diketahui ia sedang melakukan operasi plastik di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat. 

Ratna dianggap melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi