Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet (kiri) menyimak keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet (kiri) menyimak keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Ratna Sarumpaet Tak Acuhkan Penilaian Jaksa

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Candra Yuri Nuralam • 09 Mei 2019 09:14
Jakarta: Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet optimistis dengan keterangan yang akan disampaikan saksi meringankan di persidangan hari ini. Ia tak ambil pusing dengan penilaian jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut saksi meringankan sebelumnya justru menjadi bumerang.
 
"Namanya juga jaksa, ya dia musti ngomong dong," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Hari ini Ratna mendatangkan dua saksi dan ahli pidana sebagai saksi meringankan. "(Salah) satu saksi Dokter Pidi (Dokter Kejiwaan Ratna), ahli pidananya Profesor Muzakir ya," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Sandono menilai saksi yang didatangkan terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet justru menjadi bumerang. Kendati diangap meringankan, JPU yakin keterangan saksi justru menguatkan dakwaan.
 
Baca juga: Ratna Sarumpaet Bawa Tiga Saksi untuk Bersidang
 
"Kalau saksi-saksi dari penasihat hukum tadi bagus, justru menguatkan dakwaan kami, dari dua saksi fakta tadi," kata Daroe usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.
 
"Jadi apa yang disampaikan oleh ahli tadi juga sebenarnya sudah disampaikan dan itu juga memperkuat apa yang kita inginkan sebenarnya, bukan berarti itu meringankan dari terdakwa tidak juga," ujar Daroe.
 
Salah satu saksi yang paling menguatkan JPU adalah pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurut Daroe, Fahri justru menjadi kunci pelengkap dari teka teki JPU atas kasus Ratna selama ini.
 
"Seperti dia (Fahri Hamzah) katakan, dia justru mendapatkan gambar dari media umum, artinya justru unsur yang menyebarkan berita terpenuhi," tutur Daroe.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif