Rocky Gerung Mangkir karena Naik Gunung
Akademisi Rocky Gerung. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Akademisi Rocky Gerung mengaku sedang mendaki sehingga tak bisa memenuhi panggilan polisi pada 27 November 2018. Dia baru bisa memenuhi panggilan hari ini. 

Rocky diperiksa sebagai saksi atas kasus cerita bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet. Mengenakan kemeja abu-abu, ia datang didampingi kuasa hukumnya.  

"Kemarin saya lagi naik gunung," kata Rocky di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018. 


Pengamatan komunikasi politik itu pun mengaku tak mengetahui banyak soal kebohongan Ratna. Saat Ratna menyebarkan informasi bohong pada 21 September 2018, Rocky mengaku tengah berada di luar negeri.

"Pada waktu kejadian saya ada di ketinggian 5.600 (kaki) di gunung es di Rusia. Jadi, saya tidak tahu apa yang terjadi di Jakarta ," imbuh dia.

Rencananya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menggelontorkan beberapa pertanyaan terkait penyebaran foto lebam Ratna. Foto itu tersebar luas di media sosial pada Oktober 2018. 

Rocky mengaku foto-foto tersebut didapat dari media sosial. "Saya buka Twitter atau buka Facebook sepulang (dari naik gunung di Rusia). Kan beredar di media," imbuh dia.

Sementara itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. Mereka di antaranya Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Baca: Rocky Gerung Memenuhi Panggilan Polisi

Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor sudah dimintai keterangan. Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Naniek S Deyang, Koordinator Juru BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak, sopir, serta staf Ratna Sarumpaet juga diusut.

Ratna menjadi tersangka setelah menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 21 September 2018. Kenyataannya, wajah lebam Ratna karena operasi plastik di Jakarta.

Atas kebohongannya, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id