Sidang terkait suap pada anggota DPRD Kalimantan Tengah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Sidang terkait suap pada anggota DPRD Kalimantan Tengah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Anggota DPRD Kalteng Dapat Duit Usai Kunjungan ke Sinar Mas

Nasional kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 16 Januari 2019 13:52
Jakarta: Punding Ladewiq H Bangkan, sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah mengaku menerima sejumlah uang saat berkunjung ke Gedung Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, Jakarta Pusat. Uang itu dibagikan kepada beberapa anggota DPRD Kalimantan Tengah yang melakukan kunjungan.
 
Hal itu disampaikan Punding saat bersaksi untuk terdakwa Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinar Mas 6A Kalimantan Tengah-Utara dan Willy Agung Adipradhana, Department Head Document and License Perkebunan Sinar Mas untuk wilayah Kalimantan Tengah-Utara, Teguh Dudy Syamsuri Zaldy.
 
Punding mengaku para legislator Kalimantan Tengah melakukan kunjungan ke Kantor Sinar Mas untuk membahas pencemaran limbah di Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Pencemaran diduga dilakukan oleh PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources And Technology (SMART) Tbk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya katakan dalam hasil (pertemuan) ini di pintu keluar ada dibagiin amplop semua yang hadir. Itu Rp1 juta," kata Punding di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Dia bilang, uang diterimanya dari Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng Muhammad Asera yang turut hadir dalam kunjungan. Punding sempat mempertanyakan uang tersebut, kemudian melaporkan ke Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, yang kala itu tengah berada di Singapura.
 
(Baca juga:Suap Anggota DPRD Kalteng Pakai Kode Alquran)
 
"Setelah diserahkan saya laporkan ke ketua 'ini dikasih duit Rp1 juta'. Kata ketua balikin, tapi wakil ketua sudah pergi, kalau dibalikin enggak enak. Katanya (Asera) ini duit kalau dikasih enggak bermasalah," ujar Punding.
 
Dalam surat dakwaan disebut Dudy menghubungi Feredy, CEO PT SMART Kalimantan Tengah Selatan untuk membiayai para legislator Kalteng. Feredy menyetujui dan memerintahkan seseorang bernama Tirra Anastasia Kemur untuk menyiapkan Rp20 juta. Kemudian dibagi menjadi masing-masing Rp1 juta dan Rp500 ribu per anggota serta staf DPRD Kalteng yang melakukan kunjungan.
 
"Iya yang hadir saat itu dapat, termasuk yang tidak hadir lalu dititipkan ke saya," ujar Punding.
 
Sebelumnya, anggota DPRD Kalteng diduga tidak melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng. Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) Edy Saputra Suradja meminta agar Komisi B DPRD Kalteng tak memeriksa izin Hak Guna Usaha (HGU), Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPH) dan plasma.
 
Atas perbuatannya, Willy, Dudy dan Edy didakwa melanggar Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 21 tentang Perubahan atas Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi