Polisi Benarkan Bendera yang Dibakar Milik HTI

Dian Ihsan Siregar 24 Oktober 2018 19:40 WIB
pembubaran hti
Polisi Benarkan Bendera yang Dibakar Milik HTI
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Dokumen Metro TV
Jakarta: Mabes Polri memastikan bendera yang dibakar saat peringatan hari santri nasional di Garut, Jawa Barat, merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kepastian itu berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh kepolisian.

"Kita tidak ragu-ragu bahwa bendera yang dibakar merupakan bendera HTI. ‎Bendera itu dalam segala aktivitasnya, HTI menggunakan simbol bendera itu," ‎kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo‎ di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

‎Menurut Dedi bendera tersebut sama seperti yang digunakan HTI dalam setiap‎ kegiatan yang mereka lakukan. Selain itu setiap dokumen surat menyurat yang dilakukan HTI pun menggunakan bendera yang sama seperti yang dibakar.


‎"Itu juga simbol di kantor Dewan Pusat HTI. Setiap kegiatannya menggunakan itu. Kelompok mereka juga menggunakan itu. Dokumen kantor, surat menyurat, mereka juga menggunakan itu bendera HTI," ungkap dia.

Kasus pembakaran bendera, kata Dedi, sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat (Jabar). Alasannya agar penanganan kasusnya lebih komprehensif dan‎ terstruktur.

"Dengan begitu, tidak salah konstruksi hukumnya. Jadi mereka (Polda Jabar) yang memimpin dalam kasus ini‎. Kasusnya murni yang menangani Polda, kalau Bareskrimnya sebagai back-up saja dalam kasus ini," tegas pria yang pernah menjadi Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bendera yang dibakar oleh anggota Banser NU merupakan bendera yang berkalimat tauhid.

"Jadi itu bendera kalimat Tauhid. Karena tak ada tulisan HTI di sana, jadi bukan bendera HTI," ungkap Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas.

Kasus ini diakui memang membuat banyak polemik di kalangan masyarakat. Namun dia meminta umat muslim agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi.

MUI juga meminta pelaku pembakaran harus meminta maaf. "Bagi yang bakar, secara cepat minta maaf. Lalu, akui kesalahan secara terbuka kepada umat Islam," ucap Yunahar Ilyas.‎



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id