Saksi Kasus Meikarta Irit Bicara

Sunnaholomi Halakrispen 24 Oktober 2018 01:31 WIB
OTT Pejabat Bekasi
Saksi Kasus Meikarta Irit Bicara
Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (15/10/2018). Foto: MI/Pius Erlangga
Jakarta: Corporate Affairs Siloam Hospital Group, Joseph Christopher Mailool selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.

Christopher keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 19.35 WIB. Ia terus merunduk sembari berjalan meninggalkan markas lembaga antirasuah.

Christopher digali keterangannya untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro. Sayangnya, dia tak mau berkomentar seputar pemeriksaan tersebut.


"Enggak ada. No comment ya," ujar Christopher di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018.

Baca: KPK Gali Peran Tersangka Suap Proyek Meikarta

KPK membongkar kasus dugaan suap proyek pembangunan Meikarta melalui operasi tangkap tangan (OTT), Minggu, 14 Oktober 2018. Sejumlah bukti transaksi suap mulai uang SGD90 ribu dan Rp513 juta, hingga dua unit mobil diamankan dalam operasi senyap ini.

KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Penyidik juga menetapkan konsultan Lippo Group yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen sebagai tersangka. Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi juga bernasib sama.

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahap.

Pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya mencapai Rp7 miliar. Uang diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id