Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto - Medcom.id/Dheri Agriesta.

Wiranto Pastikan Peneror Pimpinan KPK Ditindak Tegas

Nasional teror bom Teror Bom untuk Pimpinan KPK
Achmad Zulfikar Fazli, Dheri Agriesta • 09 Januari 2019 13:27
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak dipolemikkan. Polisi dipastikan akan menindak tegas pelaku teror tersebut.
 
"Bom di mana saja, siapa pun yang membuat bom itu. Yang berusaha untuk menakut-nakuti, ditangkap saja, dihukum," kata Wiranto di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Dia menuturkan ada aturan perundang-undangan yang berlaku untuk mengambil langkah hukum. Aturan tersebut tinggal diterapkan secara tegas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi jangan kita ributkan, ada saja orang-orang setiap saat seperti itu. Kita tinggal mengusut, polisi sudah (bisa) nangkap, sudah ada identifikasi manusianya siapa, kejar, tangkap, proses latar belakangnya apa," kata dia.
 
Wiranto mengaku teror dilancarkan untuk memberi rasa tidak aman. Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian harus melakukan deteksi dan pencegahan dini untuk mengatasi masalah teror ini. Terutama menjelang Pemilu 2019.
 
Baca juga:Polri Bentuk Tim Khusus
 
"Intinya kita tidak ingin menjelang pemilu itu, kita kan kurang tiga bulan lagi kan, untuk membuat masyarakat resah, membuat masyarakat terancam. Itu dari mana pun, dari siapa pun, kita sedapat mungkin sudah dapat menangkalnya," ujar dia.
 
Teror menimpa dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif. Kejadian itu terjadi Rabu, 9 Januari 2019 pagi.
 
Berdasarakan laporan polisi, insiden teror kepada Laode terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Penghuni rumah menemukan botol berisi spirtus yang dilengkapi sumbu api.
 
Sementara di rumah Agus ditemukan tas warna hitam yang berisi barang yang diduga bom rakitan jenis high explosive. Polisi hingga kini masih menyelidiki teror tersebut.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif