Ilustrasi. Seorang warga Kabupaten Mempawah membentangkan spanduk saat berunjukrasa menolak Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (2/2). ANTARA FOTO/Sheravim.
Ilustrasi. Seorang warga Kabupaten Mempawah membentangkan spanduk saat berunjukrasa menolak Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (2/2). ANTARA FOTO/Sheravim.

Bubar, Paham Gafatar Diduga Belum Mati

Nasional gafatar
Arga sumantri • 31 Mei 2016 03:58
medcom.id, Jakarta: Kepolisian menduga paham yang telah disebarkan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah melekat dalam diri pengikutnya. Kendati Gafatar sudah dibubarkan dan tiga petingginya ditangkap, aktifitas anggotanya belum berakhir.
 
Kasubdit 1 Keamanan Negara Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri AKBP Satrya Adhy Permana menduga hal itu terjadi bukan tanpa alasan. Sebab, persoalan Gafatar sudah menyangkut keyakinan pemikiran.
 
"Walaupun organisasi Gafatar sudah dibubarkan pemerintah melalui MUI, juga penegak hukum sudah lakukan upaya (penindakan). Tapi, terkait keyakinan, pasti masih ada," kata Satrya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, bilang kepolisian bakal terus memantau pergerakan eks kelompok Gafatar. Polisi juga minta peran serta masyarakat buat mengontrol aktifitas eks Gafatar atau kegiatan kelompok sejenis.
 
"Peran serta masyarakat ikut memantau diperlukan," ungkap Satrya.
 
Gafatar sudah diputuskan sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Polisi telah menetapkan tiga petinggi Gafatar sebagai tersangka atas kasus penistaan dan penodaan agama.
 
Ketiga petinggi Gafatar kini sudah ditahan. Mereka yakni Andri Cahya, Mahful Muiz Tumanurung dan Ahmad Musadek.
 
Selain pasal penistaan agama, polisi juga menjerat ketiganya dengan Pasal 110 juncto Pasal 107 KUHP tentang Pemufakatan Makar. Mereka diduga kuat hendak mendirikan negara di dalam negara.
 
Dugaan itu bukan tanpa dasar, polisi telah menemukan sejumlah bukti yang mengindikasikan adanya upaya pemufakatan makar. Sejumlah dokumen maupun keterangan saksi menunjukkan kalau Gafatar telah punya struktur pemerintahan laiknya sebuah negara.
 
Mereka mendapuk Andri Cahya sebagai Presiden negara versi Gafatar yang diberi nama Negeri Karunia Tuan Semesta Alam Nusantara. Sementara, Mahful Muis Tumanurung didaulat sebagai Wakil Presiden versi Gafatar dan Ahmad Musadek sebagai guru spiritual dalam susunan struktur pemerintahan versi Gafatar.
 
Gafatar telah membagi kawasan menjadi 12 wilayah. Sebanyak 11 wilayah ada di Indonesia, sementara satu wilayah lain ada di Malaysia. Gafatar juga telah melantik 12 Gubernur versi Gafatar buat memimpin anggotanya di setiap wilayah.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif