Sidang pemeriksaan saksi buat terdakwa Emirsyah Satar. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi buat terdakwa Emirsyah Satar. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Emirsyah Mewajarkan Gratifikasi di Garuda

Nasional emirsyah satar tersangka
Fachri Audhia Hafiez • 13 Februari 2020 17:59
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menilai gratifikasi hal wajar. Emirsyah juga menilai pelapor pelanggaran atauwhistleblower membahayakan.
 
"Karena kita dalam bisnis, kalau dalam bisnis itu hal yang biasa," kata Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia Persero, Achirina menirukan Emirsyah saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Achirina menyebut hal itu disampaikan Emirsyah saat pengimplementasian whistleblower dalam pengadaan pesawat. Achirina berusaha menciptakan PT Garuda Indonesia memiliki tata kelola perusahaan baik selaku BUMN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada orang yang menemukan, ada orang yang melakukan gratifikasi bisa ada media melaporkan," beber Achirina.
 
Emirsyah Mewajarkan Gratifikasi di Garuda
Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Foto: ANT/Reno Esnir
 
Achirina mesti meminta persetujuan direksi PT Garuda Indonesia menjalankan program whistleblower. Emirsyah menolak.
 
"Saya berdebat kalau apa pun dalam pengadaan, gratifikasi itu tidak bisa, tidak ada yang free, pasti akan menambah dalam faktor harga," ucap Achirina.
 
Emirsyah didakwa menerima Rp46,3 miliar. Suap dari pihak Roll-Royce Plc, Airbus, Avions de Transport Regional melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa milik Soetikno Soedarjo, dan Bombardier Kanada. Suap diberikan karena Emirsyah memilih pesawat dari tiga pabrikan dan mesin pesawat dari Rolls Royce.
 
Emirsyah didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif