Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Medcom.id/Candra Yuri
Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Medcom.id/Candra Yuri

Belum Ada Keputusan Permintaan Tahanan Kota Lukas Enembe

Candra Yuri Nuralam • 25 Januari 2023 11:24
Jakarta: Keluarga meminta Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe dijadikan tahanan kota. Alasannya karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai terlalu mencampuri masalah perawatan medis.
 
Menanggapi itu, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyebut belum ada keputusan terkait permintaan tersebut. Sehingga, Lukas masih menjadi tahanan Lembaga Antikorupsi.
 
"Belum ada (keputusan)," kata Johanis melalui keterangan tertulis, Rabu, 25 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Johanis enggan merespons lebih banyak. Lukas saat ini masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK pascadibantarkan dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
 
Lukas terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi. Kasus yang menjerat Lukas itu bermula ketika Direktur PT Tabi Bangun Papua Rijatono Lakka mengikutsertakan perusahaannya dalam beberapa proyek pengadaan infrastruktur di Papua pada 2019 sampai dengan 2021. Padahal, korporasi itu bergerak di bidang farmasi.

Baca: Semua Kabar Dugaan Korupsi Lukas Enembe yang Terdengar Dikonfirmasi ke Saksi


Semua Kabar Dugaan Korupsi Lukas Enembe yang Terdengar Dikonfirmasi ke SaksiKPK menduga Rijatono bisa mendapatkan proyek karena melobi beberapa pejabat dan Lukas Enembe sebelum proses pelelangan dimulai. Komunikasi itu diyakini dibarengi pemberian suap.
 
Kesepakatan dalam kongkalikong Rijatono, Lukas, dan pejabat di Papua lainnya yakni pemberian fee 14 persen dari nilai kontrak. Fee harus bersih dari pengurangan pajak.
 
Setidaknya, ada tiga proyek yang didapatkan Rijatono atas pemufakatan jahat itu. Pertama yakni peningkatan Jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar.
 
Lalu, rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar. Terakhir, proyek penataan lingkungan venue menembang outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

Baca: KPK Ajak Masyarakat Bantu Berikan Data Terkait Dugaan Korupsi Lukas Enembe


Lukas diduga mengantongi Rp1 miliar dari Rijatono. KPK juga menduga Lukas menerima duit haram dari pihak lain.
 
Rijatono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Sedangkan, Lukas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif