Sosok Putri Chandrawati tiba di Mako Brimob. (foto: metro tv)
Sosok Putri Chandrawati tiba di Mako Brimob. (foto: metro tv)

Komnas HAM Batal Periksa Istri Sambo karena Belum Stabil

Siti Yona Hukmana • 12 Agustus 2022 19:49
Depok: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) batal memeriksa istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC), dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Putri belum bersedia untuk diperiksa. 
 
"Ibu PC meminta untuk ditunda, memang kondisinya naik turun, itu yang disampaikan oleh Komnas Perempuan dan anggota tim Komnas HAM," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Beka mengatakan sejatinya anggota Komnas HAM hendak menuju ke lokasi tempat pemeriksaan Putri. Namun, pihaknya mendapat informasi dari pengacara Putri bahwa belum bersedia diperiksa. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika sudah mau jalan begitu yang bersangkutan tidak bersedia. Kita yang terpenting bagaimana mendapatkan keterangan dari yang bersangkutan tanpa ada tekanan, nyaman dan sebagainya," ujar Beka. 
 
Hal itu, kata dia, sesuai dengan prinsip HAM. Komnas HAM tidak akan melakukan pemeriksaan apabila belum bersedia. 
 
"Kami tidak ingin menyebabkan Ibu PC trauma," ucap dia.
 

Baca: Kejagung Telah Tunjuk JPU untuk Kasus Pembunuhan Brigadir J


Beka mengaku akan menjadwalkan ulang agenda pemeriksaan Putri. Namun, dia belum memastikan waktunya. 
 
"Jadi malam ini tunda permintaan keterangan dan akan dicari waktu secepatnya," ungkap Beka. 
 
Putri adalah saksi kunci dalam kasus penembakan Brigadir J. Pasalnya, suaminya Irjen Sambo adalah otak pembunuhan tersebut yang dilatarbelakangi amarah setelah menerima laporan dari Putri terkait Brigadir J yang melukai harkat dan martabat keluarga serta anak. 
 
Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Keempatnya ialah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE) atau E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo. 
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. 

 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif