Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.

Total Uang Amplop Bowo Sidik Rp8,45 Miliar

Nasional korupsi pupuk
Juven Martua Sitompul • 23 Mei 2019 18:36
Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai menghitung isi amplop dalam 84 kardus dan 2 kontainer plastik milik Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Total uang dalam amplop itu sebanyak Rp8,45 miliar.
 
"Dari total 85 kardus dan 2 kontainer plastik tersebut kami amankan uang total Rp8,45 miliar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Febri mengatakan amplop itu berisi uang pecahan Rp20.000 dan Rp50.000. Namun, sebagian besar amplop berisi uang dalam pecahan Rp20.000.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perhitungan ini dilakukan mulai dari tanggal 29 Maret sampai dengan kemarin 10 Mei," ujarnya.
 
Menurut Febri, butuh waktu menghitung total uang dari amplop-amplop tersebut. "Karena kami harus secara hati-hati tentu saja dan memastikan semua uang dalam satu persatu amplop tersebut dihitung," ucap dia.
 
Febri tak menjelaskan detail sumber uang Rp8,45 miliar tersebut. Dia hanya memastikan uang itu merupakan aliran suap yang diterima Bowo.
 
"Uang itu saat ini disita sebagai bagian dari berkas perkara," pungkasnya.
 
Baca: KPK Periksa Legislator Fraksi Golkar Eka Sastra
 
Bowo bersama Marketing Manager PT HTK Asty Winasti dan pejabat PT Inersia Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pilog dengan PT HTK. Bowo dan Idung sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.
 
Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85.130.
 
Dari Bowo penyidik menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks kontainer. Uang Rp8 miliar itu terdiri dari pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.
 
Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif